Share

Utang Emiten Segar Kumala (BUAH) Bengkak 455%, Apa Penyebabnya?

Dinar Fitra Maghiszha, MNC Portal · Selasa 06 Desember 2022 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 278 2721623 utang-emiten-segar-kumala-buah-bengkak-455-apa-penyebabnya-468GhrqOsr.JPG Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Importir buah-buahan PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) mencatat adanya kenaikan utang usaha pihak ketiga sebanyak 455,92% yoy mencapai Rp58,30 miliar hingga kuartal III-2022.

Jika dibandingkan akhir 2021, perseroan memiliki utang usaha sebesar Rp10,48 miliar.

Direktur Utama BUAH Renny Lauren mengatakan penambahan tersebut dilakukan seiring adanya peningkatan pembelian untuk persediaan produk.

Langkah utang diambil guna memenuhi permintaan pasar yang meningkat.

"Adanya peningkatan volume pembelian perusahaan dari pemasok-pemasok, yang memungkinkan kami memperoleh hubungan baik maupun harga beli yang baik dalam jangka panjang," kata Renny dalam unggahan di keterbukaan informasi, dikutip Selasa (6/12/2022).

 BACA JUGA:Ancam Daya Beli, Importir Buah-buahan RI Waspadai Resesi 2023

Sementara itu, pada pos utang lain-lain pihak ketiga tercatat sebanyak Rp3,52 miliar, alias tumbuh dari akhir tahun lalu yang nihil.

Bagian ini didominasi utang biaya atas jasa impor-ekspor.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Meski demikian, BUAH terlihat mampu memangkas kewajiban pembayaran uang muka pelanggan dari semula Rp13,16 miliar, menjadi Rp1,2 miliar.

Di sisi lain terdapat peningkatan kas dan setara kas sebanyak 68,36% mencapai total Rp161,33 miliar, dari akhir 2021 sebanyak Rp95,82 miliar.

Ini terjadi berkat adanya peningkatan penempatan deposito sebesar Rp70 miliar yang didorong kenaikan penjualan.

Dari pos persediaan bersih juga mencatatkan pertumbuhan 176,73% mencapai Rp70,28 miliar.

Renny menerangkan perusahaan mengalami kenaikan persediaan guna memenuhi permintaan di 4 cabang baru yakni Aceh, Kendari, Palu, dan MGM.

"Dampaknya akan meningkatkan jalur distribusi perusahaan, jaringan pasarn, dan angka penjualan," pungkas Renny.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini