Share

IHSG Menguat 7,59% dan Net Buy Rp81,49 Triliun hingga Akhir November 2022

Anggie Ariesta, MNC Portal · Selasa 06 Desember 2022 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 278 2721652 ihsg-menguat-7-59-dan-net-buy-rp81-49-triliun-hingga-akhir-november-2022-aE2vyxXqOr.jpg Indeks Harga Saham Gabungan menguat (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan 7,59% (yoy) hingga akhir November 2022. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa perkembangan pasar modal khususnya pasar saham hingga akhir November 2022 melemah sebesar 0,25% secara month to date (mtd) ke level 7.081,31.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi mengatakan, pelemahan tersebut dengan nonresiden mencatatkan inflow sebesar Rp0,74 triliun mtd.

"Secara year to date (ytd), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat sebesar 7,59% dengan nonresiden membukukan net buy sebesar Rp81,49 triliun," ujar Inarno dalam Konferensi Pers RDKB November 2022, Selasa (6/12/2022).

Di pasar obligasi, Indeks pasar obligasi (ICDI) menguat 3,24% mtd dan 2,75% ytd ke level 341,96. Untuk pasar obligasi korporasi, aliran dana keluar investor nonresiden tercatat sebesar Rp40 miliar mtd atau Rp530 miliar ytd.

Di pasar SBN, nonresiden mencatatkan inflow Rp23,7 triliun mtd, sehingga menurunkan yield SBN rata-rata sebesar 43,32 basis poin di seluruh tenor. Secara ytd, yield SBN telah meningkat rata-rata sebesar 57,54 basis poin di seluruh tenor dengan non residen mencatatkan net sell sebesar Rp154,41 triliun.

Lebih lanjut, kinerja reksadana mengalami penurunan, tercermin dari penurunan nilai aktiva bersih (NAB) sebesar 1,26% mtd di Rp512,17 triliun dan tercatat net redemption sebesar Rp9,75 triliun mtd. Secara ytd, NAB turun 11,46% dan masih tercatat net redemption sebesar Rp78,35 triliun.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

"Namun, minat masyarakat untuk melakukan pembelian reksadana masih tinggi ditandai dengan nilai subscription sebesar Rp849,88 triliun," kata Inarno.

Minat untuk perhimpunan dana di pasar modal masih terjaga tinggi yaitu sebesar Rp226,49 triliun, dengan emiten baru tercatat sebesar 61 emiten.

Di pipeline masih terdapat 91 rencana penawaran umum dengan nilai sebesar Rp96,29 triliun dengan rencana penawaran umum oleh emiten baru sebanyak 57 perusahaan.

Sedangkan untuk penggalangan dana pada securities crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi UMKM hingga 25 November 2022 telah terdapat 11 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 314 penerbit, 129.900 pemodal dan total dana yang dihimpun sebesar Rp661,3 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini