Share

Harga Emas Dunia Merosot Imbas Kekhawatiran The Fed Naikkan Suku Bunga

Antara, Jurnalis · Selasa 06 Desember 2022 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 320 2721298 harga-emas-dunia-merosot-imbas-kekhawatiran-the-fed-naikkan-suku-bunga-BNS6JuzvM5.JPG Harga emas hari ini. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga emas merosot pada akhir perdagangan Selasa (6/12/2022), di mana ini memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut kembali berada di bawah level psikologis USD1.800.

Dikutip Antara, ini terjadi karena tertekan oleh greenback yang lebih kuat didorong spekulasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga lebih besar daripada yang diproyeksikan baru-baru ini.

Kemudian, untuk kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD28,30 atau 1,56% menjadi ditutup pada USD1.781,30 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di USD1.822,90 dan terendah sesi di USD1.778,10.

 BACA JUGA:Turun Rp6.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp998.000/Gram

Adapun untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 83,3 sen atau 3,58%, menjadi ditutup pada 22,417 dolar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman Januari merosot 19,10 dolar AS atau 1,86%, menjadi ditutup pada USD1.007,50 per ounce.

Kemudian indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, termasuk euro, yen dan pound sterling, naik 0,71% menjadi 105,2920 pada pukul 15.00 waktu setempat (2000 GMT).

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Indeks dolar telah jatuh 1,40% minggu lalu, dan 5,0% pada November, bulan terburuk sejak 2010.

Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS semakin menambah tekanan terhadap emas.

Data ekonomi yang dirilis pada Senin (5/12/2022) juga meredam emas.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan baru AS untuk barang-barang manufaktur meningkat 1,0% pada Oktober setelah naik 0,3% pada September. Pertumbuhan tersebut juga lebih tinggi dari kenaikan sebesar 0,7% yang diharapkan para ekonom.

Indeks jasa-jasa komposit dari Institute for Supply Management (ISM) meningkat menjadi 56,5% pada November, atau bertambah 2,1 poin dari 54,4% pada Oktober.

Indeks Aktivitas Bisnis PMI Jasa-jasa AS Global S&P akhir yang disesuaikan secara musiman tercatat 46,2 pada November, turun dari 47,8 pada Oktober, tetapi secara umum sejalan dengan perkiraan 'flash' yang dirilis sebelumnya sebesar 46,1.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini