Share

Harga Cabai-Bawang Mahal, Pedagang Warteg: Kita Jualan Enggak Ada Untungnya

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Selasa 06 Desember 2022 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 320 2721462 harga-cabai-bawang-mahal-pedagang-warteg-kita-jualan-enggak-ada-untungnya-v1ahcG0hZQ.JPG Ilustrasi pangan. (Foto: MPI)

BEKASI - Kenaikan harga sejumlah barang pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 ikut memberikan dampak kepada pengusaha rumah makan.

Bahkan, pedagang terpaksa ambil untung sedikit demi pembeli tidak lari.

"Sekarang apa-apa serba mahal. Telur naik biasa beli Rp27.000 sekilo sekarang Rp31.000. Mau gimana ya, kita jualan tapi sebenarnya bisa dibilang untungnya enggak ada. Saya jual (telur matang) tetap Rp3.000 satuannya," ujar ibu rumah tangga sekaligus pengusaha rumah makan, Iroh, saat ditemui MNC Portal Indonesia di pasar tradisional Tambun, Bekasi, Selasa (6/12/2022).

Dia mengatakan meskipun barang pokok sedang mahal tapi memilih untuk tidak menaikkan harga lauk yang dijualnya.

Porsi yang diberikan kepada pembeli juga tidak dikurangi. Hanya saja, bumbu yang dia gunakan dikurangi dari biasanya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

"Susah mau naikinnya. Naik Rp500 aja, pada kabur yang beli. Paling strateginya, saya kurangi bumbu. Pinter-pinter kita aja gimana ngaturnya," jelasnya.

Kemudian, seorang pembeli bahan pokok bernama Ranimenuturkan, semenjak harga telur mahal tidak lagi membeli dalam jumlah banyak, hanya secukupnya.

"Secukupnya aja. Kaya ini tadi saya beli cabe sama bawang merah goceng (Rp5.000). Buat nyambel. Beli telur juga gitu. Buat lauk berdua sama cucu nggak usah beli banyak, mahal juga," katanya.

Rani pun berharap, harga barang pokok perlahan bisa segera melandai.

"Jangan tambah naik, nanti orang susah jadi enggak bisa beli," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini