Share

Usai Nikel, Presiden Jokowi Segera Umumkan Larangan Ekspor Bauksit

Raka Dwi Novianto, MNC Portal · Selasa 06 Desember 2022 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 320 2721649 usai-nikel-presiden-jokowi-segera-umumkan-larangan-ekspor-bauksit-CyvLgWq3Ba.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengumumkan penghentian ekspor bahan mentah bauksit. Hal itu tindaklanjut dari penghentian ekspor bahan mentah nikel beberapa waktu lalu.

"Tadi pagi kita berbicara mengenai, setelah nikel, tadi pagi kita telah berbicara mengenai bauksit. Dan segera kita putuskan kapan akan kita larang ekspor bahan mentah dari bauksit. Segera akan kita umumkan," kata Jokowi dalam keterangannya, Selasa (6/12/2022).

Jokowi mengatakan bahwa hilirisasi industri harus terus dilakukan agar dapat meningkatkan nilai investasi untuk Indonesia. Menurutnya, investasi juga menyangkut pembukaan lapangaan kerja yang sangat diperlukan saat ini.

"Karena kunci pertumbuhan ekonomi di 2023 selain tadi belanja yg menyangkut konsumsi, kemudian pengendalian inflasi, peningkatan investasi ini harus tidak bisa ditawar-tawar lagi karena ini sangat mempengaruhi growth kita. Sehingga yang namanya hilirasasi industri konsisten terus akan kita lakukan," jelasnya.

Terkait peningkatan ekspor, Jokowi memerintahkan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan agar dapat mencari negara-negara lain memiliki permintaan tinggi. Hal itu dilakukan jika pasar-pasar besar seperti Tiongkok dan Amerika yang bisa tiba-tiba menurunkan permintaannya kepada Indonesia.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Mestinya kemendag bisa menggeser mengalihkan ke negara-negara lain yang kira-kira memiliki permintaan yan sama. Saya lihat punya potensi besar itu India ini yang ga pernah kita rutin kita lakukan pendekatan ke sana," kata Jokowi

"Juga yang berkaitan dengan wisatawan mancanegara, berkaitan dengan kunjungan wisatawan asing penting sekali utamanya untuk destinasi prioritas di Labuan Bajo, di Mandalika, di Borobudur yang harus terus kita dorong," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini