Share

Kontribusi BUMN ke Negara Tembus Rp1.198 Triliun, Terbesar Pertambangan hingga Bank

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Selasa 06 Desember 2022 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 320 2721692 kontribusi-bumn-ke-negara-tembus-rp1-198-triliun-terbesar-pertambangan-hingga-bank-zcPQvtXvia.JPG Ilustrasi kontribusi BUMN. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Kontribusi BUMN terhadap negara sepanjang tiga tahun atau periode 2020-2022 mencapai Rp1.198 triliun.

Angka ini meningkat Rp68 triliun dari periode 2017-2019 yang sebesar Rp1.130 triliun.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mencatat kontribusi tersebut berasal dari dividen, pajak, bagi hasil, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

 BACA JUGA:600 Anak Cucu BUMN Bakal Dibubarkan, Erick Thohir Ungkap Fakta Ini

Menurutnya, kontribusi tersebut hasil dari transformasi yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir.

Arya mengatakan keberhasilan transformasi tak sekadar membuat BUMN dapat bertahan menghadapi tantangan pandemi, namun juga semakin bertumbuh.

"Ini padahal kondisinya pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, tapi BUMN mampu naik Rp68 triliun. Jadi BUMN tidak hanya bisa bertahan dan pulih, tapi malah lebih banyak keuntungan dan kontribusi untuk negara," ujar Arya saat berdialog dengan Wartawan, Selasa (6/12/2022).

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Dia mencatat banyak perusahaan negara yang menyumbangkan nilai kontribusi tersebut.

Hanya saja, kontribusi didominasi oleh BUMN di sektor pertambangan, energi, dan telekomunikasi.

"Sektor BUMN yang besar (kontribusi) itu dari perbankan, telekomunikasi, energi, dan pertambangan," jelasnya.

Pencapaian, lanjut Arya, tak lepas dari gebrakan transformasi yang terjadi di BUMN.

Arya menyebut langkah Erick merampingkan jumlah BUMN dan melakukan holdingisasi berdampak signifikan dalam efisiensi dan efektivitas usaha BUMN.

"Semua ini karena transformasi dan perubahan. Kita tidak hanya bertahan, tapi justru bisa terbang lebih kuat. Bisa dilihat laba bersih yang awalnya Rp13 triliun pada 2020, naik menjadi Rp125 triliun pada 2021, dan sekarang sudah Rp155 triliun, nanti di akhir tahun kita tidak tahu naik jadi berapa," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini