Share

Daftar 15 Orang Terkaya Dunia Paling Dermawan, Ada yang Menyumbang Rp119 Triliun!

Zuhirna Wulan Dilla, Okezone · Selasa 06 Desember 2022 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 455 2721374 daftar-15-orang-terkaya-dunia-paling-dermawan-ada-yang-menyumbang-rp119-triliun-Fd7ek0v9Ld.JPG Gautam Adani. (Foto: Forbes)

JAKARTA - Forbes merilis daftar 15 orang terkaya paling dermawan di dunia tahun 2022.

Dilansir Forbes di Jakarta, Selasa (6/12/2022), mereka dipilih karena sikap dan memiliki komitmen yang kuat dalam pendidikan hingga lingkungan sekitar.

Di mana salah satunya ada Ronnie dan Gerald Chan, dua saudara kandung sekaligus miliarder Hong Kong ini memberikan USD100 juta kepada Massachusetts Institute of Technology (MIT) untuk mendirikan sekolah baru.

Di mana tahun lalu, mereka juga memberikan donasi sebesar USD175 juta kepada University of Massachusetts.

 BACA JUGA:Adu Kekayaan Harta Orang Terkaya Inggris Vs Prancis! Negara yang Berjumpa di Perempat Final Piala Dunia 2022

Adapun orang terkaya dermawan baru di dunia yakni salah satu pendiri Canva, Melanie Perkins dan Cliff Obrecht, memberikan memberikan kekayaan mereka untuk amal.

Tak hanya mereka, ternyata masih banyak lagi orang terkaya yang mendapat predikat dermawan tersebut.

Lantas siapa saja?

Berikut dirangkum Okezone dari Forbes:

1. Gautam Adani

Gautam Adani yang merupakan orang terkaya di India ini menjanjikan USD7,7 miliar atau setara Rp119 triliun disumbangkan untuk biaya perawatan kesehatan, pendidikan dan pengembangan keterampilan. (Kurs: Rp15.556/USD).

Di mana uang tersebut disalurkan melalui Yayasan keluarga Adani, yang kegiatannya dibagi menjadi sembilan jenis bantuan.

2. Melanie Perkins dan Cliff Obrecht

Mereka adalah salah satu pendiri Canva, yang menyumbangkan hampir dari sebagaian kekayaan seumur hidup.

Di mana mereka memberikan sebagian besar saham Canva mereka (30% dari total 31% saham) untuk berbuat baik melalui badan amal perusahaan, Canva Foundation.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

3. Jean Salata dan Melanie Salata

Jean Salata adalah ketua firma ekuitas swasta EQT Asia yang berbasis di Hong Kong.

Dia bersama sang istri telah menyumbangkan USD200 juta atau setara Rp3,1 triliun untuk mendirikan Institut Iklim dan Keberlanjutan Salata di Universitas Harvard.

Mereka juga sebelumnya menyumbangkan USD5 juta untuk membantu membangun Pusat Teknologi dan Inovasi Salata di Cathedral Prep-Villa Maria di AS tempat Jean bersekolah.

4. Geoffrey Cumming

Dia menyumbangkan USD168 juta atau setara Rp2,6 triliun kepada Universitas Melbourne.

Uang tersebut akan membantu mendanai pusat penelitian terapeutik pandemi.

5. Shiv Nadar

Miliarder swadaya dan filantropis Shiv Nadar, termasuk orang dermawan karena memberikan USD1 miliar atau setara Rp15,5 triliun untuk berbagai tujuan sosial melalui Yayasan Shiv Nadar yang eponymous.

6. Lika-Shing

Miliarder Hong Kong Li Ka-shing telah menyumbangkan lebih dari USD128 juta atau setara Rp1,9 triliun untuk berbagai prakarsa di China, Hong Kong, dan tempat lain di dunia melalui Yayasan Li Ka Shing.

Dia juga mendanai penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas Cina Hong Kong.

Di mana yayasan tersebut berupaya mengurangi tekanan pada sistem kesehatan masyarakat Hong Kong dengan mendukung rumah sakit swasta dalam merawat pasien non-Covid dan mendanai pembelian bahan pelindung untuk panti jompo dan makanan untuk orang kurang mampu.

7. Ronnie Chan dan Gerald Chan

Dua saudara kandung ini menyumbangkan USD100 juta atau setara Rp1,5 triliun kepada Massachusetts Institute of Technology untuk mendirikan MIT Morningside Academy for Design.

Di mana program yang diluncurkan pada September, itu akan mengawasi program akademik dan penelitian yang berfokus pada desain di MIT, dengan penekanan pada kolaborasi antara Sekolah Teknik dan Sekolah Arsitektur dan Perencanaan.

8. Ashok Soota

Taipan teknologi ini memberikan USD75 juta atau setara Rp1,1 triliun kepada sebuah penelitian medis yang ia dirikan pada April 2021 untuk mempelajari penuaan dan penyakit saraf.

9. Lindsay Fox dan Paula Fox

Raja truk Australia Lindsay Fox dan istrinya Paula ini memberikan USD67 juta atau setara Rp1 triliun untuk membantu membangun galeri seni kontemporer terbesar di Australia di National Gallery of Victoria (NGV).

10. Joon Wanavit

Pendiri Hatari Electric yang merupakan salah satu produsen kipas terkemuka di Thailand, Joon Wanavit memberikan USD24 juta atau setara Rp373 miliar kepada Yayasan Ramathibodi, yang mengumpulkan dana untuk Rumah Sakit Ramathibodi dan layanan kesehatan publiknya.

11. Brahmal Vasudevan dan Shanthi Kandiah

 

Brahmal Vasudevan, pendiri dan CEO firma ekuitas swasta Creador yang berbasis di Kuala Lumpur, dan istri pengacaranya, Shanthi Kandiah menyumbangkan USD11 juta atau setara Rp171 juta untuk membantu membangun rumah sakit pendidikan di kampus Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) Kampar di negara bagian Perak.

12. Michael Kim

Miliarder ekuitas swasta Michael Kim memberikan USD10 juta atau setara Rp155 juta ke Metropolitan Museum of Art di New York.

Donasi tersebut akan digunakan untuk merenovasi Met's Oscar L. dan H.M. Agnes Hsu-Tang Wing untuk seni modern dan kontemporer.

13. Hiroshi Mikitani

Dia memberikan USD7,2 juta atau setara Rp112 juta ke Ukraina untuk menangani dampak kemanusiaan dari invasi Rusia.

14. John Lim dan Andy Lim

Miliarder John Lim, salah satu pendiri ARA Asset Management (baru-baru ini diakuisisi oleh ESR Cayman), menugaskan putra sulungnya Andy (foto) untuk mendirikan badan filantropi.

Di mana yayasan Lim Hoon memberikan beasiswa kepada para generasi sandwich.

15. Reiko Fukutake

Reiko Fukutake, istri taipan pendidikan Jepang Soichiro Fukutake, mantan CEO Benesse Holdings, mendirikan dan mendanai Rei Foundation yang berbasis di Auckland.

Adapun hal ini bertujuan untuk mendorong kesejahteraan fisik, sosial, spiritual, dan emosional dalam masyarakat secara global.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini