Share

Saham Makin Anjlok ke Rp107, Begini Kata GOTO

Dinar Fitra Maghiszha, MNC Portal · Rabu 07 Desember 2022 09:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 278 2722156 saham-makin-anjlok-ke-rp107-begini-kata-goto-748FstMzVi.jpg Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus mengalami penurunan signifikan, menemui level terendahnya sepanjang masa (all time low).

Data perdagangan Rabu (7/12) hingga pukul 09.19 WIB, GOTO keok 6,96% di Rp107.

Volume bersih yang diperdagangkan mencapai 100,65 juta saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp10,79 miliar. Adapun antrian jual terlihat masih cukup besar hingga ratusan juta lot.

 BACA JUGA:IHSG Hari Ini Masih Berpotensi Melemah, Saham GOTO Jadi Sorotan

Secara historis, terhitung dalam 13 hari terakhir, GOTO selalu berakhir di zona merah. Penurunan hari ini membuat GOTO tercatat anjlok di atas 6 persen dalam 8 hari beruntun, menyentuh auto rejection bawah (ARB). Penghuni baru papan new economy ini babak belur 62,06% dalam tiga bulan tereakhir.

Apabila dihitung sejak melantai perdana di harga Rp338, maka kejatuhan saham decacorn ini mencapai 68,34%. Sementara jika ditarik dari level tertinggi yang pernah dicapai di Rp442 pada 12/4, maka emiten merger Gojek dan Tokopedia itu jatuh sebesar 75,79%.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Merespons tekanan jual yang begitu masif, manajemen GOTO mengaku tidak mengetahui adanya informasi yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.

Manajemen juga memaparkan ihwal kejelasan Program Opsi Saham Karyawan dan Konsultan yang dikelola oleh GoTo Peopleverse Fund (GPF).

"Program ini sudah mulai dilaksanakan oleh para partisipan dan saham yang menjadi hak para partisipan sudah mulai dipindahkan dari GPF ke masing-masing partisipan," kata Manajemen GOTO dalam keterangannya dikutip hari ini.

Manajemen mengatakan GOTO akan fokus untuk melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement.

"Perseroan sudah memperoleh persetujuan PMTHMETD di mana perseroan punya waktu untuk mengimplementasikan hal ini sampai Juni 2023," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini