Share

Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Bandung, Bagaimana Nasib Rupiah?

Clara Amelia, Okezone · Rabu 07 Desember 2022 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 278 2722225 bom-bunuh-diri-di-polsek-astana-anyar-bandung-bagaimana-nasib-rupiah-7y6XDuTj5I.jpg Pergerakan Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat terjadi bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung pada har ini Rabu (7/12/2022).

Melansir Bloomberg, pada pukul 11.20 WIB Rupiah menguat tipis ke Rp15.610 per USD. Pergerakan Rupiah Rp15.585 per USD hingga Rp15.632 per USD.

Sementara, pada perdagangan tadi pagi, rupiah yang ditransaksikan antarbank melemah seiring pelaku pasar yang masih mengantisipasi hasil pertemuan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) pada pekan depan.

 BACA JUGA:Penampakan Diduga Motor Milik Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar, Ada Simbol ISIS

Rupiah pagi ini melemah 14 poin atau 0,09% ke posisi Rp15.632 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.618 per USD.

"Rupiah kemungkinan bisa melemah hari ini seiring dengan sentimen negatif pasar terhadap aset berisiko di pagi ini. Indeks saham Asia terlihat bergerak negatif," kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra saat dihubungi.

Selain itu, lanjut Ariston, pelaku pasar juga terlihat masih mengantisipasi hasil rapat The Fed pada pekan depan.

Menurut Ariston, pelaku pasar mewaspadai kemungkinan bank sentral AS itu masih mendukung kenaikan suku bunga yang tinggi.

 

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Data pada awal pekan menunjukkan bahwa aktivitas industri jasa-jasa AS secara tak terduga meningkat pada November, yang mendorong spekulasi The Fed akan menaikkan suku bunga lebih besar dari yang diproyeksikan baru-baru ini.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan kenaikan 50 basis poin oleh The Fed pada minggu depan dan memproyeksikan suku bunga acuan sedikit di atas 5% pada Mei 2023.

"Pagi ini data neraca perdagangan China bulan November yang diekspektasikan terjadi penurunan aktivitas ekspor dan impornya juga memberikan sentimen negatif ke pasar," ujar Ariston.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah berpotensi melemah ke arah Rp15.650 per USD dengan potensi penguatan Rp15.580 per USD.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini