Share

Harga Minyak Dunia Turun Usai Investor Kabur karena Kondisi Global

Antara, Jurnalis · Rabu 07 Desember 2022 07:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 320 2722084 harga-minyak-dunia-turun-usai-investor-kabur-karena-kondisi-global-PcOV25i9nP.JPG Harga minyak dunia hari ini. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga minyak dunia menurun pada akhir perdagangan Rabu (7/12/2022), ke tingkat penyelesaian terendah tahun ini dengan Brent berakhir di bawah USD80 per barel untuk kedua kalinya pada tahun 2022.

Dikutip Antara, hal ini terjadi karena investor meninggalkan pasar yang bergejolak di tengah ekonomi yang tidak menentu.

Tercatat untuk minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari anjlok USD3,33 atau 4,0%, menjadi menetap di USD79,35 per barel.

 BACA JUGA:Harga Minyak Mentah Naik 1% Imbas Kebijakan OPEC dan Uni Eropa

Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) terpangkas USD2,68 atau 3,5%, menjadi ditutup di USD74,25 per barel, penyelesaian terendah tahun ini.

Di mana harga minyak telah turun lebih dari 1,0% selama tiga sesi berturut-turut, menyerahkan sebagian besar keuntungan mereka untuk tahun ini.

Serangkaian berita bearish membuat investor ketakutan meskipun perang sedang berlangsung di Ukraina dan salah satu krisis energi terburuk dalam beberapa dekade terakhir.

"Sudah cukup tiga hari - dengan OPEC+ memutuskan untuk tidak memangkas produksi lebih lanjut pada Ahad (4/12/2022), dimulainya batas harga dan sanksi Rusia 'tanpa gigi' kemarin, dan penurunan di pasar ekuitas hari ini, mendorong spekulan minyak keluar di tengah pelarian dari aset-aset berisiko," kata Analis Minyak Utama, Matt Smith di Kpler.

Diketahui, aktivitas sektor jasa-jasa di China mencapai titik terendah dalam enam bulan, dan ekonomi Eropa melambat karena tingginya biaya energi dan kenaikan suku bunga.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Indeks-indeks acuan Wall Street juga jatuh pada Selasa (6/12/2022) di tengah ketidakpastian seputar arah kenaikan suku bunga Federal Reserve dan pembicaraan lebih lanjut tentang resesi.

Pasar minyak juga sebagian besar mengabaikan ancaman terhadap pasokan, seperti yang berasal dari batas harga G7 sebesar USD60 dolar AS pada ekspor minyak mentah lintas laut Rusia, yang kemungkinan akan membuat negara tersebut memangkas produksi minyaknya.

Sebagai informasi, Rusia mengatakan tidak akan menjual minyak kepada siapa pun yang menandatangani batas harga.

Produksi kondensat minyak dan gas Rusia Januari-November naik 2,2% dari setahun lalu, menurut Wakil Perdana Menteri Alexander Novak, yang memperkirakan sedikit penurunan produksi menyusul sanksi terbaru.

Di China, lebih banyak kota melonggarkan pembatasan terkait Covid-19, mendorong ekspektasi peningkatan permintaan di importir minyak utama dunia itu, meskipun itu belum cukup untuk menghentikan penurunan harga minyak berjangka.

"Pasar minyak kemungkinan akan tetap bergejolak dalam waktu dekat, didorong oleh berita utama Covid di China dan kebijakan bank sentral di AS dan Eropa," kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Sementara itu, stok minyak mentah AS diperkirakan turun pekan lalu.

Laporan mingguan American Petroleum Institute (API) akan dirilis pada Selasa waktu setempat, diikuti oleh data pemerintah pada Rabu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini