Share

WNI Pulang Liburan dari Luar Negeri Bayar Rp2,5 Juta, Sandiaga Uno: Tahap Pembahasan

Muhammad Sukardi, Okezone · Rabu 07 Desember 2022 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 320 2722683 wni-pulang-liburan-dari-luar-negeri-bayar-rp2-5-juta-sandiaga-uno-tahap-pembahasan-Pp2fZSexnf.jpg Sandiaga Uno sebut usulan WNI bayar Rp2,5 juta usai liburan ke luar negeri masih dalam tahap pembahasan (Foto: MPI)

JAKARTA – Ada usulan WNI pulang liburan dari luar negeri membayar Rp2,5 juta. Usulan ini muncul demi meningkatkan perekonomian lokasi wisata dan masyarakat di sekitarnya.

Diharapkan semakin banyak orang Indonesia yang liburan di dalam negeri. Untuk itu, Kemenparekraf mempunyai usulan agar wisatawan Indonesia yang liburan keluar negeri membayar sejumlah uang setibanya di Tanah Air.

"Ada satu pemikiran begini, mungkinkan kebijakan bayar Rp2,5 juta setibanya di Indonesia dari perjalanan wisata ke luar negeri diaktifkan kembali," kata Menteri Parekraf Sandiaga Uno di sesi diskusi hybrid hosted by Sandilogi di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022).

Sandiaga mengatakan, kebijakan ini dulu pernah ada namun dicabut kembali karena setelah dievaluasi, kebijakan tersebut tidak terlalu berdampak pada keuangan.

Jika ditelaah lebih detail, lanjutnya, kebijakan membayar Rp2,5 juta setibanya di Indonesia akan mengubah 'mindset' kelompok masyarakat menengah ke atas untuk tidak keluar negeri.

"Tapi, sekali lagi ditegaskan bahwa ini masih dalam tahap pembahasan. Kami lagi menampung masukan dari para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, juga dari teman-teman media," kata Sandiaga Uno.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Usulan ini keluar, kata Sandiaga Uno, untuk membuat wisatawan Indonesia banyak yang berlibur di negara sendiri. Tidak perlu keluar negeri, termasuk di libur Nataru yang sebentar lagi terjadi.

"Karena kami khawatir jika kita tidak siap, maka lebih banyak wisatawan Indonesia ke luar negeri daripada wisatawan mancanegara ke Indonesia," ungkapnya.

Lebih lanjut, apakah dengan diaktifkannya kebijakan itu selain membuat masyarakat Indonesia menjelajahi destinasi wisata dalam negeri, bisa menambah income untuk negara?

"Ini yang sedang dikaji dan kami berharap dapat masukan dari para ekonom termasuk ekonom dari Danareksa, karena kami tidak ingin narasi positif yang telah dibangun di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif justru terganggu jika ada kebijakan yang tidak tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat guna," kata Sandi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini