Share

Konsep Rumah Tropis Bakal Banyak Diminati pada 2023, Ini Alasannya

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Rabu 07 Desember 2022 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 470 2722303 konsep-rumah-tropis-bakal-banyak-diminati-pada-2023-ini-alasannya-8WQWP0E2W5.JPG Ilustrasi rumah. (Freepik)

JAKARTA - Pembangunan rumah di Indonesia saat ini mulai banyak yang menyukai rumah tropis.

Founder dari Kanal YouTube Arsitektour Indonesia, Hilman Ferdinan mengatakan tren tersebut kemungkinan bakal berlanjut hingga tahun 2023.

Karena konsep tersebut termasuk yang low maintenance (tingkat perawatan rendah).

"Kalau tren yang berikutnya saya percaya Indonesia akan kembali ke rumah tropis," ujar Hilman saat ditemui MNC Portal, Selasa (6/12/2022).

 BACA JUGA:Tips Bangun Rumah Tahan Gempa, Pondasi Bangunan Harus Kuat

Hilman menjelaskan perawatan untuk rumah tropis cenderung mudah dilakukan jika dibandingkan dengan konsep minimalis atau modern yang misal mempunyai rooftop dan lainnya.

Menurutnya, hal itu bukan tanpa alasan, karena saat ini terutama ketika pandemi Covid-19 gaya fungsi rumah bukan hanya sebagai hunian saja, namun beradaptasi merangkap kantor.

Orang banyak melakukan pekerjaannya di rumah dan sedikit waktu untuk melakukan maintenance.

"Karena sekarang kan banyak tinggal di rumah, jadi banyak yang minta jangan yang terlalu minimalis, gampang bocor, terlalu modern, itu dia mulai banyak yang malas maintenancenya," lanjutnya.

 

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Hilman menjelaskan sebelumnya konsep rumah memang banyak yang menggunakan atap dari dak beton, sehingga harapannya owner mempunyai ruangan lebih di luar.

Namun demikian konsep tersebut menurutnya mempunyai maintenance yang harus intens.

Karena ketika musim hujan datang dengan lebat dan menciptakan genangan air mempunyai potensi untuk rembes ke bagian langit rumah.

Sedangkan jika musim panas, rumah beton cenderung lebih panas karena di atap terpapar langsung sinar matahari.

"Padahal sebenarnya kalau di Indonesia kita baiknya tetap menggunakan atap dengan kemiringan yang baik, efeknya apa, jadi dibawah atap itu kita mempunyai jalur angin, jadi rumah kita tidak akan cepat panas," kata Hilman.

Di samping itu konsep rumah tropis juga cenderung membutuhkan material yang tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan konsep modern dan lainya.

Hal itu juga mengingat daya beli masyarakat terhadap hunian ditengah kondisi ekonomi saat ini.

"Material yang dipilih juga lebih gampang dicari ketika menggunakan konsep rumah tropis, dalam artian tidak perlu mateial di impor dari luar," kata Hilman.

"Kalau permintaan, low maintenance yang banyak, pada akhirnya semua akan kembali ke rumah tropis, karena itu sesuai dengan iklim kita," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini