Share

Melantai di Bursa Hari Ini, Personel Alih Daya (PADA) Bidik Rp90 Miliar

Anggie Ariesta, MNC Portal · Kamis 08 Desember 2022 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 278 2722850 melantai-di-bursa-hari-ini-personel-alih-daya-pada-bidik-rp90-miliar-YxTM8ivaMu.JPG Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) atau Persada akan mencatatkan (listing) perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Kamis (8/12/2022).

PADA akan menjadi perusahaan tercatat ke-57 di BEI pada tahun 2022.

Mengutip laman e-IPO, Personel Alih Daya merupakan suatu perseroan terbatas yang saat ini memiliki kegiatan usaha utama yang bergerak sebagai Penyedia Jasa Teknikal dan Pemeliharaan Peralatan Telekomunikasi, Jasa Call Center, Jasa Layanan Perkantoran, Jasa Keamanan dan Jasa Sumber Daya Manusia.

Personel Alih Daya menetapkan harga initial public offering (IPO) Rp100 per saham dengan menawarkan 900 juta lot. sehingga berpotensi meraih dana Rp90 miliar.

Sebelumnya, PADA telah melakukan penawaran awal pada 16-22 November 2022, dengan rentang harga penawaran Rp100-Rp120 per saham.

Perseroan kemudian menetapkan harga IPO Rp100 per saham.

 BACA JUGA:IPO 2023, Pertamina Hulu Energi (PHE) Lepas 10%-15% Saham

Melalui IPO, Personel Alih Daya menawarkan sebanyak 900 juta saham atau sebanyak – banyaknya 28,57 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO.

Dengan demikian, PADA berpotensi meraih dana sebesar Rp90 miliar dari penawaran perdana ini.

UOB Kay Hian Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek pada IPO PADA. Sementara itu, penjamin emisi efek pada IPO perusahaan akan ditentukan kemudian.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Pemegang saham Persada saat ini adalah Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk sebanyak 83,80% dan Sigit Kuntjahjo 16,20%.

Adapun, dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk sejumlah keperluan.

Rinciannya, sebanyak 63,26% akan dialokasikan untuk keperluan modal kerja.

Antara lain untuk pembiayaan kegiatan operasional serta pembayaran rutin gaji dan tunjangan karyawan outsourcing. Sebanyak 11,33% atau sekitar Rp9,71 miliar akan dialokasikan pada lini bisnis jasa teknikal.

Kemudian, dana sebesar Rp5,21 miliar atau 6,08% akan digunakan untuk pengembangan IT.

Selanjutnya, sekitar 7,32% atau Rp6,27 miliar akan dialokasikan pada lini bisnis jasa perkantoran.

Adapun, 5,98% atau dana sekitar Rp5,13 miliar dialokasikan pada lini bisnis customer care center.

Kemudian, sebanyak 3,83% atau sekitar Rp3,28 miliar dialokasikan pada lini bisnis pelatihan (training).

Sisanya, dana Rp1,88 miliar atau 2,20% akan digunakan untuk pembaruan IT untuk mendukung kegiatan operasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini