Share

Pengumuman! Gojek Tokopedia (GOTO) Cari Investor Baru

Dinar Fitra Maghiszha, MNC Portal · Kamis 08 Desember 2022 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 278 2723337 pengumuman-gojek-tokopedia-goto-cari-investor-baru-uoX6KcllHF.jfif GOTO Cari Investor Baru. (Foto: Okezone.com/GOTO)

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencari investor baru untuk mendukung pertumbuhan bisnis perseroan tahun depan.

Presiden Grup GOTO Patrick Cao mengatakan, strategi ini dibuat untuk memberikan manfaat dan nilai jangka panjang bagi calon investor nantinya. Patrick menyebut perseroan mengincar masuk dalam jajaran indeks global.

"Kami berupaya melakukan penjajakan dengan potential investor yang baru terutama menuju peluang masuknya GOTO dalam indeks global pada paruh pertama 2023," kata Patrick dalam paparan publik secara virtual, Kamis (8/12/2022).

Baca Juga: Saham GOTO Anjlok 70,4% Sejak IPO, Kini Dibanderol Rp100

Patrick mengakui berakhirnya periode lockup saham GOTO menghadirkan transaksi jual beli saham dalam jumlah yang signifikan. Menurutnya, hal yang wajar apabila investor merealisasikan keuntungannya.

Diketahui, sejak periode penggembokan saham berhenti pada akhir November lalu, tekanan jual yang masif menyergap saham GOTO, yang membuatnya turun lebih dari 50% dari harga perdana di Rp338. Per hari ini Kamis (8/12), GOTO terkapar 6,54% di Rp100.

Baca Juga: Saham Makin Anjlok ke Rp107, Begini Kata GOTO

"Hal yang lazim bagi para pemegang saham untuk mencari likuiditas setelah periode lockup ebrakhir, apalagi jika mereka merupakan investor awal perusahaan," terangnya.

Saat ini perseroan sedang menyiapkan agenda private placement, sebagai aksi korporasi yang disepakati pemegang saham pada pertengahan tahun ini. GOTO akan menerbitkan maksimal 118,43 miliar saham seri A atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, dan akan berlangsung hingga Juni 2023.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Corporate Secretary R A Koesoemohadiani menyebut perseroan masih oportunis melihat kondisi pasar saat ini dengan mempertimbangkan segala risiko yang dapat berdampak ke perusahaan, terutama di tengah ketidakpastian makroekonomi.

"Apabila perseroan melihat peluang yang baik sesuai dengan kebutuhan perseroan maka perseroan akan menggunakan private placement tersebut," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini