Share

Beda dengan Bulog, Mentan Sebut Produktivitas Beras Tahun Ini Paling Tinggi

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Kamis 08 Desember 2022 08:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 320 2722860 beda-dengan-bulog-mentan-sebut-produktivitas-beras-tahun-ini-paling-tinggi-NKfgHKD7iY.JPG Beras. (Foto: MPI)

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersikeras tidak ada permasalahan dengan produktivitas beras saat ini.

Bahkan, dia mengklaim produktivitas beras tahun ini tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Pernyataan Syahrul justru bertolak belakang dengan kapasitas atau jumlah serapan yang dilakukan Perum Bulog.

Di mana, stok beras yang diserap hingga akhir tahun diperkirakan hanya mencapai 300.000 ton.

 BACA JUGA:Cadangan Beras Hanya 300 Ribu Ton hingga Akhir 2022, Bulog: Sangat Rawan

"Ini merupakan produktivitas paling tinggi selama Indonesia ada. Tanya BPS (Badan Pusat Statistik)," ungkap Syahrul saat ditemui seusai Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (7/12/2022).

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam raker dan RDP bersama Komisi IV, disebutkan Indonesia tahun ini surplus beras 1,7 juta ton.

Namun, provinsi yang mengalami surplus hanya 12 provinsi saja, sementara sisanya defisit beras.

Di lain sisi, pemerintah telah menugaskan Bulog melakukan impor beras sebesar 500.000 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu tertentu.

Hanya saja Bulog memperkirakan impor beras medium hingga akhir Desember 2022 hanya mencapai 200.000 ton.

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso alias Buwas menjelaskan negara-negara sebagai produsen beras sudah melakukan pembatasan, bahkan ada negara yang membatalkan impor yang sudah disepakati sebelumnya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Karena itu, dia pesimis bila serapan 500.000 ton beras impor akan terealisasi sepenuhnya hingga akhir tahun ini.

"Yang diputuskan dalam rakortas itu 500.000 ton harusnya sampai Desember ini, kita mendatangkan 500.000 ton, tapi sangat tidak mungkin, jadi yang paling mungkin dengan segala upaya daya paling hebatnya 200.000 ton," ujar dia.

Akibat pembatas negara produsen beras pada bulan ini, maka opsi impor kemungkinan dilanjutkan pada awal tahun 2023.

Hanya saja, Bulog melihat situasi atau masa panen di dalam negeri.

Artinya, bila periodesasi panen mulai dilakukan pada awal Januari-Februari 2023, maka sisa stok beras yang diimpor tak lagi dilanjutkan.

Sebaliknya, bila panen berlaku pada Maret, maka impor beras untuk memenuhi target 500.000 ton tetap dilakukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini