Share

Dekarbonisasi, Bukit Asam (PTBA) Operasikan 10 Kendaraan Listrik Tambang

Cahya Puteri Abdi Rabbi, MNC Portal · Kamis 08 Desember 2022 09:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 320 2722918 dekarbonisasi-bukit-asam-ptba-operasikan-10-kendaraan-listrik-tambang-VsgKggzOE9.jpg Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mulai mengoperasikan 10 unit bus listrik untuk kendaraan tambang.

Di mana bus tersebut digunakan untuk antar jemput karyawan dari perumahan di sekitar Tanjung Enim ke lokasi tambang. Bus listrik buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA ini datang secara bertahap pada Oktober hingga Desember 2022.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengatakan, penggunaan bus listrik merupakan salah satu langkah perseroan dalam mendukung target Net Zero Emission pada 2060. Upaya ini juga sejalan dengan visi PTBA untuk menjadi perusahaan energi dan kimia kelas dunia yang peduli lingkungan.

 BACA JUGA:Cek Rekomendasi Saham Hari Ini, Ada BBCA hingga PTBA

“Beralih secara bertahap ke kendaraan berbasis listrik untuk operasional pertambangan merupakan wujud komitmen kami dalam dekarbonisasi. Penggunaan bus listrik akan terus ditingkatkan,” kata Arsal dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (8/12/2022).

Dia menjelaskan, pengurangan emisi karbon diestimasikan mencapai 16 ton CO2 per tahun per bus. Selain itu, penggunaan bus listrik dapat mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) hingga 9.672 liter per tahun per bus.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Tak hanya bus listrik, perseroan juga telah mengganti sejumlah peralatan pertambangan yang menggunakan bahan bakar fosil menjadi elektrik. Beberapa alat berbasis listrik yang telah digunakan PTBA di antaranya, sebanyak tujuh ekskavator listrik berjenis Shovel PC-3000, 40 Dump Truck sekelas 100 Ton hybrid (diesel dan listrik), dan enam pompa tambang berbasis listrik.

Selain itu, perseroan juga menerapkan E-Mining Reporting System, yang merupakan sistem pelaporan produksi secara real time dan daring, sehingga mampu meminimalkan pemantauan konvensional yang menggunakan bahan bakar.

Langkah lainnya yakni, melakukan penggantian bahan perusak ozon (BPO) seperti penggunaan refrigerant AC yang ramah lingkungan, serta penggantian Halon 1211 pada alat pemadam api ringan (APAR).

"Program-program dekarbonisasi ini dilaksanakan dan dikembangkan secara berkelanjutan di setiap lini perseroan untuk memberikan hasil yang optimal. Perseroan sendiri telah memiliki roadmap manajemen karbon hingga tahun 2050," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini