Share

Jinakkan Dolar AS, Rupiah Pagi Ini Menguat ke Rp15.613/USD

Antara, Jurnalis · Kamis 08 Desember 2022 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 320 2722960 jinakkan-dolar-as-rupiah-pagi-ini-menguat-ke-rp15-613-usd-P5gImpbeeo.JPG Rupiah. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Nilai rupiah hari ini dibuka menguat 24 poin atau 0,15% ke posisi Rp15.613 per dolar AS pada Kamis (8/12/2022), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.637 per dolar AS.

Dikutip Antara, adapun nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi menguat di tengah investor mempertimbangkan data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis beberapa waktu terakhir.

"Dolar AS melemah dibalik sentimen turunnya tingkat imbal hasil obligasi AS," kata analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (8/12/2022).

 BACA JUGA:Dolar AS Perkasa, Rupiah Awal Pekan Melemah ke Rp15.462/USD

Kemudian, terkoreksinya tingkat imbal hasil obligasi AS dipicu oleh sikap investor yang terlihat mempertimbangkan lebih banyak data ekonomi.

Tentu hal ini dapat berdampak pada rencana kebijakan moneter The Federal Reserve di masa depan.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Di mana data-data ekonomi akhir-akhir ini yang telah berikan gambaran yang beragam untuk ekonomi AS, mendorong beberapa investor untuk yakin bahwa suku bunga akan perlu untuk naik.

Ini untuk waktu yang lebih lama di tengah The Fed yang berjuang untuk menurunkan inflasi tinggi.

Setelah menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) untuk empat kali beruntun, The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 bps pada pertemuan mereka pada Desember.

Banyak investor yang cemas terhadap laju kenaikan suku bunga yang dapat menyebabkan ekonomi AS memasuki resesi.

The Fed bertemu minggu depan untuk pertemuan terakhir tahun ini.

Data layanan yang lebih kuat dari perkiraan dan laporan pekerjaan yang solid minggu lalu telah menimbulkan kekhawatiran bahwa bank sentral harus mempertahankan suku bunga pada tingkat yang lebih tinggi ini lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini