Share

Stok Menipis, Mendag Cari Beras Barangnya Tak Ada

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Kamis 08 Desember 2022 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 320 2723284 stok-menipis-mendag-cari-beras-barangnya-tak-ada-5LBHOHAIom.jpg Stok beras bulog menipis (Foto: Okezone)

JAKARTA – Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) milik Bulog menipis. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan menipisnya stok beras berpotensi mengerek harga di pasar.

"Stok Bulognya tinggal sedikit, kalau tinggal sedikit kan market engga confident, Bulog nya terganggu maka harga bisa melonjak lagi," ujar Zulhas di Kantornya, Kamis (8/12/2022).

Zulhas mengatakan saat ini pemerintah tidak bisa mengandalkan penyerapan beras milik petani lokal. Sebab masuk bulan Desember ini bukan bulannya panen, yang menyebabkan pasokan beras dari petani lokal terganggu.

"Barang (beras) tidak ada (di dalam negeri), kita sudah cari di mana-mana barang tidak ada, maka di putuskan dalam rapat kabinet, diperintahkan kepada Kemendag untuk kasih impor beras cadangan dari luar negeri 500.000 ton," sambung Zulhas.

Mendag juga mengatakan stok beras milik petani yang disebutkan Kementan tersedia 600 ribu ton di penggilingan juga tidak bisa ditemukan.

Hal tersebut yang melatarbelakangi Kemendag untuk melakukan importasi untuk memenuhi stok cadangan beras dalam yang harus punya 1,5 juta. Angka tersebut menurut pengukuran mampu untuk mengintervensi pasar jika terjadi fluktuasi harga di pasar.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Nah ini yang mau di beli (beras lokal) belum ada barangnya sampai sekarang," lanjut Zulhas.

Pada kesempatan yang berbeda, Direktur Jendral Tanaman Pangan Suwandi menyebutkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI bahwa stok beras petani lokal tersedia hingga 600.000 ton dan siap dipasok ke Bulog.

Suwandi menjelaskan, 600.000 ton yang siap dipasok ke Bulog merupakan hasil menghitung jumlah gabah yang akan digiling sampai Desember, hingga jumlah yang akan di jual ke pasar.

"Itu sudah kami data, yang sanggup dipasok ke Bulog dari data yang kami hitung ada 600.000 ton lebih," kata Suwandi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini