Share

Mantan Menkeu Sebut Ekonomi Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Anggie Ariesta, MNC Portal · Kamis 08 Desember 2022 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 320 2723305 mantan-menkeu-sebut-ekonomi-dunia-sedang-tidak-baik-baik-saja-7iMFL1Y3FV.jpg Bambang Brodjo sebut ekonomi dunia tidak baik-baik saja (Foto: Okezone)

JAKARTA – Mantan Menkeu Bambang Brodjonegoro menyebut ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. Perekonomian dunia terancam alami krisis bahkan resesi pada tahun 2023.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan krisisi ekonomi dunia dipicu beberapa hal. Mulai dari kebijakan suku bunga tinggi di berbagai negara maju, khususnya Amerika Serikat, angka pengangguran yang akan naik, pertumbuhan ekonomi yang minim, krisis pangan, energi hingga perang.

“Ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja,” kata Bambang di Economic & Capital Market Outlook 2023 CSA Awards 2022, Kamis (8/12/2022).

Menyikapi kondisi demikian, Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) dan CSA Community didukung Perkumpulan Profesional Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) mencoba mengajak para stakeholder dan pelaku pasar modal yang terdiri dari, profesional, investor, expert, para manajerial perusahaan publik dan komunitas yang peduli pasar modal untuk mengulas dan mencari solusi atas kondisi perekonomian global dan lokal pada tahun 2023.

Ketua Pelaksana Economic and Market Outlook Capital 2023 Haryajid Ramelan mengatakan, potensi resesi global akan menjadi ancaman bagi ekonomi dan pasar modal Indonesia.

"Karenanya seminar ini dilaksanakan dalam upaya mencari solusi dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan dunia pasar modal nasional," kata Haryajid.

Baca Juga: Hindari Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Penerbangan Jarak Jauh

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Haryajid mengharapkan seminar ini dapat diperoleh rangkuman, analisa, gambaran kondisi industri, perekonomian dan pasar modal global serta dampaknya terhadap ekonomi dan pasar modal nasional di tahun 2023.

Haryajid Ramelan, menambahkan, kegiatan penutup tahun ini diharapkan dapat membawa optimisme baru bagi investor pasar modal di tengah isu perekonomian dan pasar modal yang akan lesu di tahun 2023.

“Dengan adanya acara ini kami berharap pasar modal Indonesia akan tetap tumbuh di tengah tekanan resesi dunia,” ungkap Haryajid.

Senior Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengingatkan akan adanya risiko dari ekonomi global dan domestic.

"Faktor dominan global selain tingkat bunga federal reserve yang masih akan tinggi, juga resesi di beberapa negara, termasuk di China yang akan alami perlambatan ekonomi serta perang dan juga harga komoditi yang tinggi," ungkap dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini