Share

Transaksi Harbolnas 2022 Ditargetkan Tembus Rp27 Triliun

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Kamis 08 Desember 2022 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 622 2723046 transaksi-harbolnas-2022-ditargetkan-tembus-rp27-triliun-XsP6hGtota.jpg Mendag Buka Harbolnas 2022. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membuka Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2022 pada 10-13 Desember 2022. Target transaksi pada Harbolnas tahunini mencapai Rp27 triliun atau naik bisa 50% dari tahun sebelumnya.

"Tahun kemarin naiknya 40%, kalau bisa tahun ini bisa naik di atas 50%, kemarin Rp18,1 triliun, tahun ini kalau naiknya 50% harusnya bisa menjadi sekitar Rp27 triliun," ujar Mendag saat Kick Off Harbolnas 2022 di Kantornya, Kamis (8/12/2022).

Baca Juga: Artis Doyan Belanja Online, Aurel Rp94 Juta hingga Nagita Slavina Rp250 Juta

Zulhas mengatakan, Harbolnas merupakan salah satu instrumen untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor perdagangan online serta mendorong konsumsi masyarakat terhadap produk lokal.

Adapun pada Harbolnas 2022, 70% bakal diisi beragam produk lokal. Harapannya konsumsi masyarakat terhadap produk lokal bisa meningkat melalui beragam promo menarik pada perayaan harbolnas 2022 tersebut.

Baca Juga: 10.10 Harbolnas #PromoterGANAS di AladinMall! Dapatkan Diskon hingga 90% + Gratis Ongkir ke Seluruh Indonesia

"Saya mengimbau para pelaku di sektor ini untuk memberikan penawaran yang menarik, diskon, hadiah, sehingga diharapkan bisa naik 50%," lanjutnya.

Adapun total transaksi untuk produk lokal pada perayaan Harbolnas tahun lalu tembus Rp8,5 triliun. Zulhas pun berharap transaksi produk lokal di Harbolnas tahun ini bisa tumbuh diangka Rp12-13 triliun.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

"Insya Allah bisa (dicapai) asal ada yang menarik saja, karena 12.12 ini orang sudah banyak tahu," kata Zulhas.

Pada kesempatannya, Mendag mengimbau masyarakat untuk belanja produk lokal. Karena hal itu yang menurutnya bakal menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif.

"Produk kita (lokal) juga tidak mahal kok," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini