Share

Harga Minyak Anjlok, Brent dan WTI di Level USD70/Barel

Antara, Jurnalis · Jum'at 09 Desember 2022 07:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 320 2723594 harga-minyak-anjlok-brent-dan-wti-di-level-usd70-barel-2BVmRvmGxv.jpg Harga Minyak Mentah Anjlok. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

NEW YORK - Harga minyak anjlok dalam lima sesi berturut-turut di akhir perdagangan Kamis. Hal ini karena prospek kembali layanan pipa minyak mentah utama Keystone, yang akan mengembalikan pasokan lebih besar ke pasar ketika perlambatan ekonomi global.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari turun 55 sen atau 0,8%, menjadi USD71,46 per barel di New York Mercantile Exchange. Itu menandai penyelesaian terendah untuk kontrak bulan depan sejak 21 Desember 2021, menurut Dow Jones Market Data.

Baca Juga: Harga Minyak Beragam Jelang Pertemuan OPEC+

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari turun USD1,02 atau 1,32% menjadi USD76,15 per barel di London ICE Futures Exchange, juga penyelesaian terendah sejak Desember lalu.

"Saya cenderung berpikir bahwa, sebentar lagi di sini, Anda akan melihat tajuk utama yang mengatakan bahwa Keystone akan kembali lebih cepat daripada nanti," kata Direktur Energi Berjangka Mizuho, Bob Yawger, dikutip dari Antara, Jumat (9/12/2022).

Baca Juga: Harga Minyak Bergerak 2 Arah, Brent Dibanderol USD83/Barel

TC Energy Kanada mengatakan telah menutup pipa Keystone 622.000 barel per hari, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak mentah Kanada dari Alberta ke Midwest dan Gulf Coast di AS, setelah terjadi tumpahan ke sungai Kansas.

Harga minyak naik setelah perusahaan mengumumkan penutupan, yang terjadi pada Rabu (7/12/2022) sekitar pukul 20.00 malam. Meskipun TC Energy belum mengumumkan kapan jalur pipa akan dibuka kembali, sentimen pasar telah bergeser.

"Kami kembali melihat prospek permintaan," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Pasar energi tertekan oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi, melemahnya permintaan bahan bakar di tengah prospek kenaikan suku bunga AS, dengan Federal Reserve secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin minggu depan.

Sementara itu persediaan minyak mentah AS turun minggu lalu, persediaan bensin dan sulingan melonjak, menambah kekhawatiran tentang berkurangnya permintaan.

Membatasi kerugian adalah pengumuman oleh China pada Rabu (7/12/2022) yang merinci perubahan paling besar pada rezim anti-COVID yang ketat sejak pandemi dimulai, sementara setidaknya 20 kapal tanker minyak menghadapi penundaan penyeberangan ke Mediterania dari pelabuhan Laut Hitam Rusia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini