Share

Ini Alasan Kenapa BJ Habibie Hanya Sebentar Jadi Presiden, Baca Kisahnya di Sini

Noviana Zahra Firdausi, Okezone · Jum'at 09 Desember 2022 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 320 2724012 ini-alasan-kenapa-bj-habibie-hanya-sebentar-jadi-presiden-baca-kisahnya-di-sini-CvJoj92Pml.JPG BJ Habibie. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Alasan Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih dikenal dengan panggilan BJ Habibie menjabat sebentar saat menjadi Presiden Republik Indonesia (RI) menarik untuk diketahui.

BJ Habibie adalah Presiden RI yang ketiga. Sebelumnya, dia menjabat sebagai wakil presiden menggantikan Try Sutrisno.

BJ Habibie sebagai presiden Indonesia dengan masa jabatan tersingkat, yaitu hanya 1 tahun.

BJ Habibie menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998.

Dikutip dari laman resmi Arsip Nasional Republik Indonesia, Jumat (9/12/2022), BJ Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936.

Habibie mewarisi kondisi negara dalam keadaan kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto di masa Orde Baru.

Sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Segera setelah memperoleh kekuasaan, Presiden Habibie membentuk sebuah kabinet.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi.

Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.

Pada era pemerintahannya yang singkat, dia berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia. Pada eranya, dilahirkan UU Anti-Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik, dan yang paling penting adalah UU Otonomi Daerah.

Melalui penerapan UU Otonomi Daerah inilah gejolak disintegrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tanpa adanya UU Otonomi Daerah, bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.

Pengangkatan BJ Habibie sebagai presiden menimbulkan berbagai macam kontroversi bagi masyarakat Indonesia.

Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional.

Pemerintahan Habibie mendapat kritik keras karena memperbolehkan diadakannya referendum provinsi Timor Timur, yang sekarang menjadi Timor Leste.

Dia dituntut mundur oleh mahasiswa karena dianggap tidak dapat menjalankan amanah reformasi.

Dia mengajukan hal yang cukup menggemparkan publik saat itu, yaitu mengadakan jajak pendapat bagi warga Timor Timur untuk memilih merdeka atau masih tetap menjadi bagian dari Indonesia.

Pada masa kepresidenannya, Timor Timur lepas dari Indonesia dan menjadi negara terpisah yang berdaulat pada tanggal 30 Agustus 1999.

Akhirnya, pada Sidang Istimewa MPR 13 November 1999, pidato pertanggungjawaban Habibie ditolak MPR.

Kepemimpinannya pun berakhir. Dirinya kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.

Sebagai informasi, Habibie tutup usia pada 11 September 2019 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta karena gagal jantung.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini