Share

Marak Modus Kejahatan Perbankan, Ingat Jangan Install Aplikasi Sembarangan!

Anggie Ariesta, MNC Portal · Jum'at 09 Desember 2022 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 320 2724045 marak-modus-kejahatan-perbankan-ingat-jangan-install-aplikasi-sembarangan-8FaxCD3WRI.JPG Ilustrasi penipuan. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau kepada nasabah terkait berbagai modus kejahatan perbankan.

Di mana dalam hal ini social engineering atau soceng yang bisa terjadi kepada setiap nasabah tanpa memandang bulu asal bank.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengimbau nasabah lebih berhati-hati dengan modus kejahatan perbankan tersebut.

Dia juga berharap korban dari kejahatan perbankan itu tidak bertambah.

 BACA JUGA:Viral! Modus Baru Penipuan Berkedok Kirim Paket, Hati-Hati

“Nasabah agar selalu waspada terhadap berbagai modus tindak kejahatan social engineering. Kerahasiaan data pribadi dan data transaksi perbankan harus terus dijaga, tidak hanya oleh pihak bank, namun juga oleh nasabah,” ujar Aestika dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Seperti diketahui, tindak kejahatan ini memanipulasi psikologis korban untuk melakukan langkah-langkah tertentu sehingga nasabah memberikan data pribadi atau kunci akses pada brankas digital atau layanan mobile banking yang mereka miliki.

Kunci akses ini adalah username, dan password mobile banking yang tanpa sadar, nasabah berikan melalui website palsu.

Terbaru, modus penipuan yang marak terjadi, yakni permintaan untuk meng-install aplikasi yang mengatasnamakan jasa ekspedisi atau kurir pengiriman barang.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Cara kerjanya, pelaku berpura-pura sebagai kurir dan mengirimkan file ekstensi APK, disertai foto paket kepada korban.

Korban pun diminta untuk mengeklik dan meng-instal aplikasi tersebut.

Selanjutnya, korban harus menyetujui hak akses (permission) terhadap aplikasi sehingga dari sana data pribadi yang bersifat rahasia dalam handphone korban bisa dicuri oleh pelaku.

Data yang dicuri bisa sangat beragam, data yang bersifat pribadi dan berbagai informasi yang masuk melalui SMS, termasuk data perbankan yang bersifat rahasia seperti OTP (One Time Password) dan data lainnya dapat diambil oleh fraudster.

Aestika mengungkapkan bahwa BRI pun secara masif terus melakukan imbauan kepada nasabah agar lebih berhati-hati, serta tidak mengunduh, menginstal, maupun mengakses aplikasi tidak resmi.

Nasabah juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan tidak memberikan informasi data pribadi maupun data perbankan yang bersifat rahasia (seperti user id mobile banking, password, PIN, One Time Password/OTP dsb.) kepada pihak mana pun, termasuk yang mengatasnamakan BRI. Apabila masyarakat sudah terlanjur meng-install aplikasi yang tidak dikenal tersebut, maka diimbau untuk segera melakukan uninstall aplikasi yang tidak dikenal tersebut.

Pihaknya mengimbau jika nasabah mendapat notifikasi melalui SMS, surat elektronik atas transaksi yang tidak dilakukan, agar dapat segera menghubungi Contact BRI yang resmi di 14017/1500017.

Nasabah juga diimbau untuk tidak mudah percaya kepada akun-akun social media tidak resmi yang mengatasnamakan BRI, adapun saluran komunikasi resmi BRI (centang biru/verified) hanya dapat diakses nasabah melalui www.bri.co.id, Instagram: @bankbri_id, Twitter: bankbri_id, kontak bri, promo_bri, Facebook: Bank BRI, YouTube: Bank BRI, TikTok: Bank BRI, dan Contact BRI 14017/1500017.

Tidak hanya di BRI, kejahatan perbankan dengan modus social engineering tersebut juga dapat terjadi di bank manapun.

Oleh karenanya, untuk memerangi kejahatan perbankan tersebut, BRI juga terus proaktif berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap dan menangkap berbagai tindakan kejahatan perbankan yang merugikan nasabah dan masyarakat secara umum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini