Share

Bulog Impor 200 Ribu Ton Beras, Mentan: Cukup

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Jum'at 09 Desember 2022 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 320 2724063 bulog-impor-200-ribu-ton-beras-mentan-cukup-PTS7DPW18n.jpg Bulog Impor Beras. (Foto: Okezone.com/Bulog)

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo enggan mengomentari soal impor 200.000 ton beras yang dilakukan Bulog pada bulan ini. Izin impor pun sudah diterbitkan pemerintah.

Adapun keseluruhan impor beras yang ditargetkan mencapai 500.000 ton. Hal ini diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Stok Beras RI Menipis, Cari Jalan Keluar dengan Impor

"Aku tidak mau jawab itu. Cukup," ungkap Syahrul saat dikonfirmasi wartawan, dikutip Jumat (9/12/2022).

Meskipun pemerintah sudah memutuskan mengimpor 200.000 ton beras hingga akhir tahun ini. Syahrul bersikeras tidak ada permasalahan dengan produktivitas beras saat ini. Bahkan, dia mengklaim produktivitas beras tahun ini tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

"Ini merupakan produktivitas paling tinggi selama Indonesia ada. Tanya BPS (Badan Pusat Statistik)," ujar dia.

Baca Juga: Stok Menipis, Mendag Cari Beras Barangnya Tak Ada

Kementan memang mengklaim data kesiapan penggilingan di 24 provinsi yang memasok beras ke Bulog sebesar 610.632 ton dan berlaku hingga akhir Desember 2022.

Padahal, data ketersediaan beras yang disodorkan Kementan sebesar 610.632 ton, Bulog hanya mampu menyerap sekitar 166.000 ton dengan harga komersial.

Jumlah ini tercatat hingga 5 Desember 2022. Bahkan, stok beras yang diserap hingga akhir tahun diperkirakan hanya mencapai 300.000 ton.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Sebelumnya, Kementerian Pertanian memperkirakan produksi beras pada Oktober-Desember 2022 mencapai 6 juta ton. Dengan jumlah produksi itu, maka akan ada surplus beras 1,8 juta ton saat ini.

Hanya saja, klaim surplus beras justru dipertanyakan Komisi IV DPR RI. Pasalnya, terjadi kenaikan harga beras di tingkat konsumen di angka 4 persen. Berdasarkan hukum dagang, surplus beras akan membuat harga beras di pasaran menurun.

Selain itu, Badan Pangan Nasional mencatat harga gabah kering panen atau GKP naik sebesar 15,7% dan harga beras medium naik 4,26%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini