Share

Jalan Tol Indralaya - Prabumulih Ditargetkan Rampung Maret 2023

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Jum'at 09 Desember 2022 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 320 2724175 jalan-tol-indralaya-prabumulih-ditargetkan-rampung-pada-maret-2023-aGStR1ohUD.jfif Ilustrasi jalan Tol. (Foto: PUPR)

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) menargetkan ruas Tol Indralaya - Prabumulih rampung pada Maret 2023.

Saat ini perseroan melalui PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) terus menggenjot ruas tersebut.

Panjang Tol Indralaya-Prabumulih mencapai sepanjang 65 kilometer (km) dengan progress konstruksi 84.80 persen per Oktober tahun ini.

Mengutip keterangan resmi perusahaan, selain Tol Indralaya - Prabumulih, Hutama Karya Infrastruktur juga fokus menyelesaikan konstruksi sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

 BACA JUGA:Jual 4 Ruas Jalan Tol, Waskita Karya (WSKT) Raup Dana Rp1,7 Triliun

Hingga kuartal III/2022, HKI telah menyelesaikan pembangunan 60 km JTTS yakni Jalan Tol Binjai-Stabat (12 km), Jalan Tol Bengkulu-Taba Penanjung (17 km), dan Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang (31 km).

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Adapun seksi JTTS lain yang masih dikerjakan HKI yakni Tol Binjai-Pangkalan Brandan Zona II-IV (Stabat-Pangkalan Brandan) (46 km), dengan progress konstruksi 48.88 persen per Oktober 2022, dan Tol Pekanbaru-Bangkinang STA 0+000 - 9+000 (9 km) dengan progress konstruksi 86,25% per Oktober 2022.

"Tantangan menyelesaikan ruas-ruas JTTS ini pun bervariasi. Di proyek Tol Binjai-Pangkalan Brandan Zona II-IV, HKI harus menghadapi tantangan terkait anomali tanah, kontur yang ekstrem dan curah hujan yang cukup tinggi," tulis manajemen Hutama Karya, dikutip Jumat (9/12/2022).

Sementara, dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Indralaya-Prabumulih, HKI harus mampu mengatasi tantangan terkait tanah rawa yang cukup panjang di daerah pembangunan jalan tol tersebut dan tanah lunak di ujung trase.

Adapun strategi untuk menyelesaikan proyek JTTS dari sisi sumber daya manusia yakni mengadakan program sekolah site operation manager (Sekan SOM) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan personil SOM dari sisi teknis, manajerial, dan kepemimpinan.

Selain itu, HKI juga akan menggelar short course di bidang quality dan material untuk personil proyek yang bertugas di lapangan.

Perusahaan juga menerapkan sejumlah strategi di berbagai bidang dalam percepatan penyelesaian proyek JTTS, yakni pengadaan sumber daya yang tepat waktu dan efisien, menjaga kualitas produk akhir sesuai dengan standar mutu, pemanfaatan teknologi digital dalam konstruksi seperti BIM.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini