Share

Indonesia Perbanyak Pengusaha demi Ciptakan Lapangan Kerja, Caranya?

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Jum'at 09 Desember 2022 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 455 2724033 indonesia-perbanyak-pengusaha-demi-ciptakan-lapangan-kerja-caranya-IlEwKRwVjJ.jpg Cara Menciptakan Banyak Wirausaha Muda. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Pemerintah berupaya memperbanyak wirausaha baru di Tanah Air. Menurut Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (SesKemenKopUKM) Arif Rahman Hakim, skill kewirausahaan harus dicetak mulai dari lembaga pendidikan.

Pasalnya, kemampuan berbisnis bukan didapatkan melalui garis keturunan. Untuk itu, dirinya berharap lembaga pendidikan bukan hanya sekedar mencetak generasi yang siap kerja, namun mengubah cita-cita mahasiswa untuk menciptakan lapangan kerja dengan berwirausaha.

Baca Juga: Daftar Hadiah Pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2022

Berdasarkan catatannya, lulusan SLTA setiap tahun mencapai 1,9 juta yang tidak tertampung ke perguruan tinggi. Kemudian, lulusan perguruan tinggi tiap tahunnya ada 1,2 juta yang juga akan masuk ke dunia kerja.

Sehingga permintaan akan pekerjaan sudah cukup melimpah, namun masih sedikit yang membuka peluang kerja.

"Tentunya, ini membutuhkan lapangan pekerjaan. Kalau kita semua orientasinya mencari pekerjaan, lantas siapa yang menciptakan pekerjaan," ujar Ari, Jumat (9/12/2022).

Baca Juga: UMKM Kriya Ini Berhasil Sulap Limbah Jadi Produk Cuan

Arif meyakini para mahasiswa bisa membantu meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia hingga bisa menembus level 5%.

"Saya yakin karena wajah-wajah pengusaha tampak pada mahasiswa yang terlihat kreatif dan inovatif. Jadi, sudah bisa kelihatan yang bisa menciptakan produk-produk," ujarnya SesKemenKopUKM Arief.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Dalam mendorong target 5% tersebut, Kemenkop berharap perguruan tinggi juga bisa membuat Inkubator untuk mencetak pengusaha - pengusaha muda. Sebab indikator sebuah negara maju tidak dijumlah dari berapa banyak penduduknya yang menjadi pegawai.

"Saya mendapat informasi dari Rektor ISI (Institut Seni Indonesia), inkubator bisnis sudah mulai berproses. Jadi, ISI berkomitmen untuk menelurkan untuk menghasilkan calon-calon entrepreneur lebih banyak lagi," lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini