Share

Zero Carbon Dinilai Bisa Atasi Dampak Perubahan Iklim

Clara Amelia, Okezone · Sabtu 10 Desember 2022 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 10 470 2724466 zero-carbon-dinilai-bisa-atasi-dampak-perubahan-iklim-oXumU3PT3H.JPG Ilustrasi iklim. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Perkembangan dunia teknologi terus berkembang dan melakukan inovasi. Salah satunya di bidang arsitektur yang kini memiliki terobosan baru untuk mengatasi permasalahan perubahan iklim. 

Para arsitek terus menggencarkan merancang Zero Carbon pada bangunan dan menciptakan nol emisi karbon untuk mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan hidup.

Menurut CEO of Rima Ginanjar Architects, Rima Ginanjar negara-negara termasuk Indonesia sudah berkomitmen untuk penurunan karbon pada tahun 2030. Namun untuk mencapai zero carbon ini tidak mungkin tanpa sinergi. 

 BACA JUGA:Antisipasi Ganggu Stabilitas Keuangan, BI-OJK Harus Mitigasi Risiko Iklim Sedini Mungkin

"Bangunan ternyata penyumbang karbon terbesar dan paling banyak menghabiskan energi dunia sebanyak 40%, menjadi misi saya agar di seluruh Indonesia terbangun bangunan Zero Carbon,” kata Rima Ginanjar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/12/2022).

Dia menjelaskan, masyarakat banyak yang belum menyadari akan pentingnya perubahan akan dampak buruk terhadap kerusakan ekosistem lingkungan hidup.

 

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

“Emisi karbon yang menyebabkan perubahan iklim ini sangat nyata dan menyebabkan banyak kerugian dari penyakit sampai bencana alam, yang tidak bisa kita hindari, tapi sayangnya banyak orang tidak melihat korelasinya," katanya.

“Kita harus bersinergi dan merubah pola pikir masyarakat terhadap Zero Carbon. Jadi Termasuk lewat media, kita berinisiatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, bahwa siapapun  bisa berkontribusi juga. Ini menjadi misi sosial kita, tidak mungkin tujuan Zero Carbon tercapai bila pola pikir masyarakat tidak berubah,” tambahnya.

Rima menambahkan, seorang arsitek perlu memiliki kesadaran akan perubahan iklim dan pentingnya bangunan menggunakan Zero Carbon berperan besar menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan bagi lingkungan hidup.

“Tim desain harus memahami dan peduli seputar isu perubahan iklim, mereka harus mahir dalam memeriksa produsen yang tersertifikasi green, dan memastikan bahwa kontraktor menggunakan teknik untuk pembangunan rendah karbon sesuai yang ditentukan oleh tim desain,” imbuh Rima Ginanjar.

“Dengan efisiensi energi banyak dana bisa terselamatkan, akhirnya bisa dialokasikan untuk kemanusiaan dan alam pun terlindungi. Dengan arsitektur Zero Carbon yang terukur, kita menghindari green washing, agar bisa memberi dampak nyata kepada lingkungan dan orang dari semua kalangan termasuk orang kurang beruntung bisa menjadi lebih sehat, dan punya hidup yang lebih baik,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini