Share

Investor Lokal dan Asing Siap Investasi ke IKN Rp41 Triliun

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Selasa 03 Januari 2023 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 03 470 2739397 investor-lokal-dan-asing-siap-investasi-ke-ikn-rp41-triliun-FinZb9XSJi.jfif IKN Nusantara. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono mengatakan saat ini sudah ada 3 perusahaan baik dari dalam dan luar negeri yang siap merealisasikan investasi senilai Rp41 triliun melalui skema Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

"Investornya kita masih bergerak ya per hari ini beberapa yang berminat misalnya investor yang membangun hunian untuk asn termasuk itu. Dengan pola Public Private Partnership (KPBU)," ujar Bambang saat di Istana Presiden, Selasa (3/1/2023).

Wakil Kepala OIKN Dhony Rahajoe menjelaskan saat ini terdapat 59 LOI (Letter of Intent) perusahaan yang masuk ke IKN Nusantara dan berminat untuk melakukan investasi di berbagai sektor.

 BACA JUGA:Pembangunan Kantor Kemenko di IKN Nusantara Diutamakan

Namun dari 59 LOI tersebut, Otorita IKN mendapat 3 perusahaan yang masuk dalam tahap selanjutnya untuk merancang proposal terkait minat investasinya. Total investasi dari 3 perusahaan tersebut senilai Rp41 triliiun.

"Dari 59 LOI ada 3 yang sudah kita proses maju, dari 3 itu yang lokal ada Sumarecon, kedua konsorsium lokal resepson nusantara, satu lagi Korea Land and Housing yang pure dari luar," tambah Dhony.

Menurutnya, ketiga perusahaan yang sudah siap untuk merealisasikan investasi teresebut saat ini sudah mengantongi surat izin prinsip pelaksanaan.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Ada beberapa antrean lagi (investasi masuk) tetapi belum kita umumkan kalau tidak ada surat izin prinsip pelaksanaan," lanjutnya.

Menurutnya, pada pembangunan tahap awal ini yang menjadi prioritas dalam pembangunan adalah perumahan untuk para ASN, akses air minum, kelistrikan, telekomunikasi, pengelolahan limbah dan transportasi.

Adapun saat ini investasi Rp41 triliun tersebut berada dibawah Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat).

Sebab saat ini Badan Otorita belum PJPK sendiri.

"Total investasi saat ini Rp41 triliun, sekarang dari APBN saja kan Rp26 triliun ini sudah hampir 2 kali lipat, jadi market confident itu sangat baik," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini