Share

Proyek Apartemen di IKN Senilai Rp40,7 Triliun Segera Dibangun

Noviana Zahra Firdausi, Okezone · Kamis 19 Januari 2023 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 19 470 2749136 proyek-apartemen-di-ikn-senilai-rp40-7-triliun-segera-dibangun-oWPHE6aQ9L.jpg Proyek IKN Nusantara (Foto: Instagram)

JAKARTA – Proyek konstruksi apartemen senilai USD2,7 miliar setara Rp40,7 triliun di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan dimulai pada kuartal II 2023. Apartemen tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan akomodasi ribuan pegawai pemerintah.

Pemerintah akan memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan, sebuah proyek yang diperkirakan menelan biaya USD32 miliar. Pihak berwenang sudah mulai membangun infrastruktur dasar di daerah tersebut, dengan tujuan untuk mulai merelokasi beberapa pegawai administrasi pemerintah dan pegawai negeri pada 2024.

Kepala Otoritas Ibu Kota Negara Nusantara Bambang Susantono mengatakan pihaknya sedang bernegosiasi dengan tiga pengembang swasta untuk proyek perumahan tersebut. Mereka adalah konsorsium CCFG Corp China dan firma Risjadson Brunsfield Nusantara (CCFG-RBN), firma Korea Selatan Korea Land and Housing Corp dan pengembang lokal PT Summarecon Agung.

Mereka akan membangun 184 tower apartemen untuk sekitar 14.500 PNS, TNI dan Polri di bawah kemitraan publik-swasta, katanya.

CCFG-RBN diperkirakan akan menangani bagian terbesar dari proyek perumahan, senilai USD2,1 miliar, menurut presentasi yang dibuat oleh Bambang di sela-sela World Economic Forum di Davos, Swiss.

“Mudah-mudahan di kuartal dua sudah ada yang mulai konstruksi,” kata Bambang.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

CCFG-RBN dan Summarecon Agung tidak segera menanggapi permintaan komentar sementara Korea Land and Housing tidak dapat dihubungi.

Bambang mengajak para pelaku bisnis yang hadir di World Economic Forum untuk berinvestasi di proyek IKN, antara lain membangun jalan tol, bandara, dan pasokan listrik. Belasan perusahaan Malaysia telah mengirim surat minat untuk menyatakan minatnya berinvestasi di kota baru, sementara Uni Emirat Arab telah berjanji untuk berinvestasi miliaran dolar, kata seorang pejabat sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini