Share

Yogyakarta Jadi Provinsi Termiskin di Pulau Jawa

Zuhirna Wulan Dilla, Okezone · Jum'at 20 Januari 2023 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 19 470 2749523 yogyakarta-jadi-provinsi-termiskin-di-pulau-jawa-TM8hsvx5NA.JPG Yogyakarta. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa.

Di mana dalam data BPS dilaporkan Yogyakarta memiliki tingkat kemiskinan 11,49% dengan jumlah penduduk miskin mencapai 463.630. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode Maret 2022 sebesar 457.760 orang.

Angka itu lebih tinggi jika dibandingkan Jawa Tengah dengan persentase penduduk miskin mencapai 10,98% pada September 2022 dan menempatkan di urutan kedua daerah termiskin di Pulau Jawa.

 BACA JUGA:BPS Ungkap Impor Beras RI Didominasi Broken Rice

Tercatat juga bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 9,57%, meningkat 0,03% dari periode Maret 2022 dan turun 0,14% dibandingkan September 2021. Diketahui, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2022 mencapai 26,36 juta orang.

Meski menjadi daerah termiskin, Pemerintah Kota Yogyakarta tidak lagi secara khusus mengalokasikan anggaran dana untuk bantuan langsung tunai atau BLT bagi warga yang membutuhkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2023.

"Sejauh ini, tidak ada informasi mengenai alokasi khusus untuk bantuan langsung tunai kepada masyarakat yang dinilai terdampak BBM atau pandemi di APBD 2023," kata Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya seperti dilansir Antara, di Yogyakarta, Kamis, 19 Januari 2023.

Dia menjelaskan bahwa tidak ada informasi mengenai pengalokasian dana khusus untuk BLT sejak APBD Kota Yogyakarta 2023 dibahas hingga mendapat persetujuan dari DPRD Kota Yogyakarta kemudian dievaluasi oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan diberlakukan sebagai peraturan daerah.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Di mana Aman mengatakan, apabila di kemudian hari ada kebijakan khusus yang harus dijalankan pemerintah daerah berdasarkan arahan dari pemerintah pusat maka Pemerintah Kota Yogyakarta siap memenuhinya.

"Jika nanti di dalam perjalanan anggaran ada arahan dari pusat, termasuk alokasi bantuan langsung tunai, maka kami siap mengikuti dan patuh," katanya.

Apabila ada arahan dari pemerintah pusat untuk menyalurkan BLT, maka pemerintah daerah antara lain bisa menggunakan dana dari pos anggaran biaya tidak terduga.

"Tetapi, sampai sekarang tidak ada arahan seperti itu. Apakah memang karena situasi perekonomian mulai stabil atau kondisi pandemi mulai stabil. Mungkin ini menjadi salah satu pertimbangan," kata Aman.

Sebagai informasi, pemerintah Kota Yogyakarta pada tahun anggaran 2022 mengalokasikan anggaran untuk pemberian BLT bagi warga miskin yang terdampak kenaikan harga BBM dan belum mendapat bantuan sosial apapun dari pemerintah pusat.

Baca Selengkapnya: Jadi Daerah Termiskin di Pulau Jawa, Yogyakarta Tak Alokasikan BLT 2023

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini