Share

Fakta Peserta Rekrutmen BUMN Pakai Joki hingga Masuk Daftar Hitam

Fayha Afanin Ramadhanti, Okezone · Sabtu 21 Januari 2023 05:48 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 20 455 2750004 fakta-peserta-rekrutmen-bumn-pakai-joki-hingga-masuk-daftar-hitam-DwvyxxIQ4Y.jpg Rekrutmen bersama BUMN batch 2 diwarnai kecurangan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Rekrutmen bersama BUMN diwarnai kecurangan. Berdasarkan temuan di lapangan, ada sebagian orang tidak lolos seleksi Rekrutmen Bersama BUMN (RBB) Batch 2 yang belum lama ini berlangsung.

Menurut Forum Human Capital Indonesia (FHCI), rupanya tidak sedikit peserta yang menggunakan jalan cepat saat melaksanakan ujian, sehingga hasilnya gagal.

"Proses Rekrutmen Bersama BUMN sangat mengedepankan nilai-nilai AKHLAK salah satunya kejujuran. Tidak ada toleransi untuk segala bentuk tindak kecurangan, loh. Apabila terdapat indikasi kecurangan, maka peserta akan dinyatakan GAGAL," tulis FHCI BUMN dalam postingannya di media sosial, dikutip Sabtu (21/1/2023).

1. Tanggapan Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir geram dan kecewa karena proses Rekrutmen Bersama BUMN batch 2 diwarnai kecurangan. Pasalnya, sejumlah peserta Rekrutmen Bersama BUMN menggunakan jasa Joki.

"Jadi Pak Erick itu kecewa, kok bisa, apalagi beliau melihat bahwa masuk jadi karyawan sudah pake joki atau langkah-langkah nggak benar. Nanti gimana di BUMN-nya ketika bekerja. Jadi pak Erick minta dituntaskan semua itu persoalan persoalan ini," ungkap Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga.

2. Kecurangan Bisa Dideteksi

Meski kecurangan sudah terjadi, Arya mencatat FHCI memiliki metode yang bisa mengidentifikasi proses kecurangan dalam Rekrutmen Bersama BUMN. Termasuk menggunakan jasa Joki.

"Jadi ini juga langkah-langkah yang kita lakukan, antisipasi. FHCi itu punya metode yang membuat rekrutmen BUMN kalau pakai joki itu ketahuan kok," kata dia.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

3. 39 Peserta Masuk Daftar Hitam

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN, Tedi Bharata mengatakan nama-nama peserta yang masuk daftar hitam ke depannya tidak dapat mengikuti seluruh program yang dilakukan Kementerian BUMN.

“Berdasarkan penyelidikan, kami mengidentifikasi 39 nama yang tergabung dalam grup tersebut, otomatis seluruhnya gugur, dan bukan hanya digugurkan namun juga kami blacklist agar ke depannya tidak dapat mengikuti seluruh program lainnya yang dilakukan Kementerian BUMN dan BUMN,” ungkap Tedi, Selasa, 17 Januari 2023.

4. Sanksi Di Blacklist

Dia menegaskan bentuk kecurangan lain yang ditemukan sistem di luar aktivitas perjokian juga akan mendapatkan sanksi serupa yakni gugur dan di-blacklist.

Berdasarkan laporan, lanjut Tedi, aktivitas perjokian terjadi melalui sebuah grup aplikasi pesan singkat berkedok bimbingan belajar.

5. Adanya Sistem Proctoring

Rekrutmen Bersama BUMN sejak awal telah dilengkapi sistem proctoring atau pengawasan. Sistem ini dapat mendeteksi aktivitas kecurangan yang dilakukan peserta saat mengerjakan tes secara daring.

Semisal, di layar ada dua orang, melakukan tangkapan layar, menggunakan multi-tab, hingga gerak-gerik mencurigakan semuanya terdeteksi oleh sistem.

“Selain kasus perjokian yang sedang ramai diperbincangkan, kami juga menekankan bahwa sejak awal sistem dapat mendeteksi kecurangan secara otomatis ketika peserta sedang mengerjakan tes," katanya.

6. Kecurangan Hanya Terjadi 0,4%

Meski ada kecurangan, Tedi menekankan lebih banyak peserta rekrutmen yang jujur dan memiliki integritas yang sangat baik. Kecurangan yang terjadi kecil sekali, bahkan hanya berada di kisaran 0,4%.

7. Proses Rekrutmen Dilakukan Secara Transparan

Saat ini Kementerian BUMN dan Forum Human Capital Indonesia secara intens terus melakukan penelusuran dan penyelidikan terkait indikasi kecurangan para oknum. Dia memastikan bahwa proses Rekrutmen Bersama BUMN dilakukan secara transparan, profesional.

Meskipun memiliki sistem yang handal, Kementerian BUMN juga tetap terbuka apabila ada masukan-masukan dari publik perihal adanya indikasi kecurangan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini