Share

Restrukturisasi Kredit BNI Turun Jadi Rp49,6 Triliun

Anggie Ariesta, MNC Portal · Selasa 24 Januari 2023 18:20 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 278 2752209 restrukturisasi-kredit-bni-turun-jadi-rp49-6-triliun-c7dpPMeqUK.JPG Bank BNI. (Foto: BNI)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengumumkan bahwa jumlah kredit yang direstrukturisasi dengan stimulus Covid-19 terus menurun menjadi Rp49,6 triliun atau 7,8% dari total kredit.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan penurunan di kuartal lalu terutama berasal dari sektor-sektor yang paling terdampak pandemi seperti restoran, hotel, tekstil dan konstruksi, hal ini mengindikasikan bahwa bisnis debitur di sektor tersebut mulai kembali pulih.

"Trend positif pada kualitas aset ini juga mendorong pembentukan beban CKPN menjadi lebih rendah sehingga Cost of Credit membaik dari 3,3% di tahun sebelumnya menjadi 1,9%," kata Royke dalam BNI Earnings Call FY2022, Selasa (24/1/2023).

 BACA JUGA:Bank BNI Lunasi Obligasi Rp3,06 Triliun

Adapun total kredit yang disalurkan di tahun 2022 telah mencapai Rp 646,19 triliun, tumbuh di atas target awal perusahaan yaitu mencapai 10,9% YoY, diikuti dengan Net Interest Margin (NIM) yang terjaga di posisi 4,8%.

"Pertumbuhan kredit yang sehat ditopang oleh ekspansi bisnis dari debitur top-tier dan bisnis turunannya yang berasal dari value chain debitur," kata Royke.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Dari sisi likuiditas, BNI berhasil mencatatkan pertumbuhan Current Account Saving Account (CASA) yang kuat sebesar 10,1% YoY, yang dihasilkan dari strategi perseroan untuk membangun transaction-based CASA, melalui penyediaan solusi keuangan dan transaksi yang komprehensif dan reliable.

Pertumbuhan fee-based income (FBI) pun tercatat sebesar 8,7% YoY menjadi Rp14,8 triliun.

Hal ini dicapai dengan melakukan pergeseran pola pertumbuhan FBI untuk mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan biaya transfer melalui program BI Fast sejalan dengan trend menurunnya transaksi transfer antar bank.

Perlu diketahui, BNI berhasil menutup 2022 dengan mencetak kinerja impresif dan berhasil melampaui konsensus pasar.

Hal ini tercermin dari laba bersih konsolidasi yang tercatat Rp18,31 triliun, tumbuh signifikan 68% Year-on-Year (YoY), dan merupakan perolehan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah BNI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini