Share

Rekening Rp320 Juta Dibobol Tukang Becak, Begini Keheranan Nasabah yang Akan Gugat BCA

Lukman Hakim, Koran Sindo · Rabu 25 Januari 2023 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 320 2752490 rekening-rp320-juta-dibobol-tukang-becak-begini-keheranan-nasabah-yang-akan-gugat-bca-PuAXd1xoWr.jpg Ilustrasi Rekening BCA Dibobol Tukang Becak (Foto: Okezone)

SURABAYA - Keluarga nasabah pemilik rekening BCA, Muin Zachry yang dibobol tukang akan menggugat BCA. Tak hanya BCA, teller BCA yang memproses transaksi tersebut juga akan digugat.

Sebab, teller bersangkutan memproses penarikan uang sejumlah Rp320 juta tanpa sepengetahuan pemilik rekening yang sebenarnya.

Awalnya, pihak keluarga akan melayangkan somasi. Jika tidak ada respons maka akan dilanjukan pelaporan secara perdata untuk BCA dan pidana untuk teller BCA.

"Pegawai Bank BCA yang sarjana, masak kalah sama tukang becak yang tidak sekolah," kata Dewi Mahdalia, anak dari Muin Zachry yang dalam kasus ini juga kuasa hukum Muin Zachry, Selasa (24/1/2023).

BACA JUGA:Uang Tabungan Raib Rp320 Juta, Nasabah: Pegawai BCA Masa Kalah sama Tukang Becak 

Diketahui, tukang becak yang bernama Setu berhasil menggondol uang Rp320 juta dengan cara melakukan aksi penyamaran.

Aksi Setu ini dilakukan pada Jumat (5/8/2022) siang sekitar pukul 12.00 WIB silam. Dia mencairkan tabungan milik korbannya, Muin Zachry. Bermodal peci, pakaian, dia memanipulasi tanda tangan pemilik rekening dan mengelabui teller BCA di Surabaya.

Dewi mengungkapkan, ada dua terdakwa dari perkara ini. Mereka adalah Setu dan Tolchah. Dia menceritakan, Tolchah adalah salah satu penghuni rumah kost milik ayahnya di Jalan Semarang Surabaya.

 

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Tolchah belum sepekan tinggal di rumah kost tersebut. Tolchah mengaku bekerja sebagai sopir. Saat hari kejadian, ayahnya sadar saat membuka dompet kartu ATM-nya tidak ada, termasuk KTP. Buku tabungan Bank BCA juga tidak ada.

Muin lantas berangat ke Bank BCA yang berada di dekat rumahnya. Pihak bank saat itu menginformasikan telah terjadi transaksi penarikan besar-besaran dari rekeningnya di kantor Bank BCA cabang Jalan Indrapura Surabaya.

Berdasarkan informasi tersebut Muin lantas pergi ke kantor Bank BCA cabang Jalan Indrapura untuk memastikan kabar tersebut. "Bapak kemudian melapor ke Polrestabes Surabaya," ujarnya.

Sejak kartu ATM dicuri, sampai laporan penarikan uang, kata Dewi, hanya sekitar 15-20 menit saja. Namun, Dewi mengaku tidak tahu bagaimana Tolchah bisa mengetahui nomor PIN ATM milik ayahnya. Sementara Tolchah sudah menghilang.

"Saya tidak tahu Tolchah bisa mengetahui pin ATM ayah saya," terangnya.

Diketahui, kasus ini terungkap dari kesaksian teller Bank BCA Surabaya, Maharani Istono Putri saat memberi keterangan sebagai saksi dalam sidang di PN Surabaya, Selasa (17/1/2023).

Putri mengaku penyamaran Setu dengan pemilik rekening, Muin hampir serupa. Pun dengan nomor pin dan KTP yang ia bawa."Dia (Setu) membawa buku tabungan, tahu nomor PIN dan KTP asli korban," kata Putri.

Putri sendiri mengakui kelemahannya. Sebab, dia mencermati dan memperhatikan postur tubuh Setu secara detail dan menyamakan Muin dengan Setu. Menurutnya, hanya wajah Setu mirip dengan Muin. Saat itu, Putri menanyakan kedatangan Setu yang hanya sendirian ke bank.

Padahal dia hendak mengambil uang ratusan juta. Mendapat pertanyaan itu, Setu lantas menjawab bahwa anaknya menunggu di mobil. "Saat kejadian berlangsung, bank tempat saya bekerja sedang sepi. Sebab, berbarengan dengan waktu salat Jumat," ungkap Putri.

Putri mengakui bahwa dirinyalah yang memproses penarikan tunai tabungan Muin. Namun, apa yang dilakukannya sudah sesuai prosedur. Dia menyatakan, tandatangan Setu mirip dengan tanda tangan Muin. Sebab, dia memperhatikan dan melihat langsung dalam slip penarikan yang diserahkan Setu kepadanya.

Meski begitu, Putri mengakui tak mengkroscek atau mengkonfirmasi via telepon ke Muin, selaku pemilik rekening yang diklaim Setu. Sebab, dia menganggap Setu pemilik rekeningnya.

"Saya menganggap pemiliknya sendiri yang mengambil. Ini berbeda dengan ketika yang mengambil orang lain (menggunakan pakai surat kuasa)," terangnya.

Sementara itu, dalam petitum Jaksa Penuntut Umum (JPU), Estik Dilla menyatakan, Setu didakwa bersama Tolchah terbukti membobol tabungan Muin. Namun, dalam dakwaan itu, aktor pembobolan tersebut adalah Tolchah, yang kos di rumah Muin di Jalan Semarang, Surabaya.

Dalam skenarionya, Tolchah yang mencuri KTP, buku tabungan, hingga kartu ATM Muin. Hal itu dilakukan ketika korbannya sedang melaksanakan salat Jumat. Selanjutnya, Thoha mencari orang memiliki raut wajah serupa dengan Muin. Tujuannya, untuk menarik uang tabungan Muin dengan mudah.

Tolchah lantas bertemu dengan Setu. Saat itu, Setu sedang mangkal dengan becaknya di pinggir jalan. Setelah melakukan obrolan singkat, Setu setuju. Dia lalu berangkat dan bertugas sebagai eksekutor. Ia lantas nekat, masuk ke kantor bank.

Sesampainya di dalam, dia langsung menyatakan hendak menarik tabungan. Sementara Tolchah menunggu Setu di luar kantor. Saat disampaikan dalam sidang, Tolchah membenarkan kesaksian Putri tersebut. "Iya, benar, Pak," kata Tolchah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini