Share

Kisah Kolektor 500 Miniatur Mobil Habiskan Rp40 Juta, Ada Kendaraan Dinas Presiden Soekarno!

Wiwie Heriyani, MNC Portal · Rabu 25 Januari 2023 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 455 2752481 kisah-kolektor-500-miniatur-mobil-habiskan-rp40-juta-ada-kendaraan-dinas-presiden-soekarno-obWp7v6Obx.png Kisah Kolektor 500 Miniatur Mobil (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA - Miniatur merupakan salah satu produk kreatif yang kini cukup banyak dikoleksi. Selain karena hobi, mengoleksi benda atau objek berukuran mungil ini menjadi salah satu sarana bisnis dan investasi yang cukup menjanjikan.

Bagaimana tidak, tak sedikit orang yang rela merogoh kocek besar untuk memiliki koleksi lengkap miniatur ini. Pasalnya, tak hanya menimbulkan kepuasaan hingga kebanggaan tersendiri. Bagi beberapa kolektor, mengoleksi miniatur juga bisa menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda.

Salah satunya yakni mengoleksi diecast, miniatur mainan yang terbuat dari bahan metal yang biasanya berbentuk replika dari mobil dan motor.

Ya, seiring dengan perkembangan jaman, kini hobi kebanyakan orang pun sudah mulai berkembang. Tren mengoleksi diecast yang dulunya dianggap sebagai mainan masa kecil ternyata menjadi hobi baru bagi orang-orang dari segala usia.

Salah satunya, Lukman Aziz. Bak sedang mengenang masa kecil, salah satu kolektor diecast ini mulai tertarik mengoleksi diecast mobil sejak 2009 silam untuk sekedar menghilangkan rasa jenuh.

“Saya suka hobi diecast ini sebenarnya sebagai penghilang jenuh, stress selepas bekerja. Melepas penatnya dengan hiburan saya dengan punya diecast ini. Membayangkan berimajinasi menjadi kurcaci masuk ke dalam kendaraan-kendaraan mini ini,” ujar Lukman, dilansir dari akun Yotube pribadinya, Lukman AK Channel, Selasa, (24/1/2023).

Baca Juga: Panen Cuan! Wanita Ini Kantongi Rp200 Juta/Bulan dari Bisnis Miniatur

Dia pun memiliki alasan menarik di balik hobinya mengoleksi ratusan diecast mobil itu. Yakni, karena ingin terus bernostalgia terhadap transportasi Jakarta dari masa ke masa. Hal inilah yang membuat Lukman hingga kini khusus mengoleksi diecast berupa berbagai macam transportasi Jakarta hingga mobil-mobil Jakarta tempo dulu.

“Itu karakteristik saya. Jadi orang mengkoleksi Ferrari, mau lamborgini dan segala macem, saya nggak tertarik malah. Malah saya tertarik dengan koleksi-koleksi yang ada di jalanan Jakarta, di jalanan ibu kota,” ungkapnya.

“Saya melihat kendaraan yang saya naiki ternyata saya punya miniaturnya. Terus saya bisa dapatkan 1 sampai 2. Lama-lama saya kalau jalan kemana-mana ngeliat ke Jakarat atau kemana, kayanya saya harus punya koleksi mobil itu,” lanjutnya.

 

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Ya, banyaknya kenangan lalu lintas ibu kota tempo dulu ternyata menjadi inspirasi tersendiri kolektor mobil diecast yang satu ini. Terhitung sejak tahun 2009, dia telah mengoleksi kurang lebih 500 diecast dengan mayoritas miniatur mobil jalan ibu kota, seperti mobil kopaja, metro mini, oplet dan lain-lain.

Ratusan koleski diecast tersebut tersedia dalam berbagai ukuran. Mulai dari yang sebesar korek api, hingga sebesar kotak bekal makan anak-anak sekolah. Dari segi harga, koleksi diecast milik Lukman ada yang seharga ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

Beberapa koleksi yang termahal yakni miniature mobil canggih serba bisa ala film Knight Right yakni sekitar Rp2,5 jutaan. Ada juga koleksi menarik berupa kendaraan dinas Presiden Obama hingga Presiden Soekarno.

Namun, dari sekian banyak koleksi diecast miliknya koleksi transportasi Jakarta seperti metro mini dan kopaja adalah yang menjadi favoritnya.

Menurutnya, jenis koleksi diecast transportasi Jakarta memiliki nilai investasi yang tinggi. Pasalnya, banyak transportasi Jakarta dari masa ke masa yang sudah tidak ada. Dia lantas bisa terus mengenangnya melalui diecast tersebut.

”Kendaraan dinas Presiden Soekarno. Tapi kalau koleksi menjadi favorit tentu metro mini, kopaja, dan transportasi Jakarta. Karena banyak transportasi itu yang sudah tidak ada di Jakarta. Sudah jadi legenda,” ungkapnya.

Bahkan, Lukman menyebut ada yang sampai ingin menawar koleksi diecast metro mini jadul miliknya seharga Rp2 juta. Padahal, ia hanya membutuhkan budget di bawah Rp1 Juta untuk mendapatkan bahan pembuatan diecast satu itu.

Namun, karena bahannya yang sangat sulit dicari sehingga dia harus impor dari Hong Kong, Lukman lantas tak tergiur untuk melepas alias menjual koleksinya begitu saja.

Terlebih, dia mengaku memang bukan seorang kolektor yang menjual koleksinya, namun memang benar-benar hobi mengoleksi diecast untuk kepuasan dirinya sendiri.

Selain itu, untuk bisa mengoleksi ratusan diecastnya itu, Lukman telah menghabiskan total uang hingga Rp40 jutaan.

“Memang nilai investasinya cukup tinggi koleksi diecast. Ambil contoh misalkan untuk kategori metro mini atau kopaja saya bisa dapatkan metro mini ini dari bahan di bawah Rp1 juta harganya, tapi kini orang yang berminat hingga Rp2 juta pun ada,” paparnya.

“Tapi ya saya tidak bisa lepas, karena beberapa bahannya saya sulit dapatkan di Jakarta, di Indonesia, saya terpaksa harus beli di Hong Kong. Karena saya murni bukan kolektor yang menjual koleksi, tapi murni saya ini hobi sendiri, jadi saya nyaris tidak ada koleksi yang saya lepas kecuali barter ya, kalau barter orang punya ini dan saya tertarik saya yang dimilikinya, oke boleh,” lanjutnya lagi.

Sebagai seorang kolektor diecast, dia tentu sangat memperhatikan perlakuan hingga perawatan khusus terhadap ratusan koleksinya itu. Selain dipajang rapi di lemari kaca di rumahnya di kawasan Gunung Sindur Bogor, miniatur mobil diecastnya juga dibuatkan dalam bentuk beragam dioarama.

”Sekarang koleksi saya sendiri saya nggak pernah menghitung secara persis ya, tapi lebih dari 500 koleksi, sebagian dalam bentuk display pajangan, lemari, sebagian di bentuk dalam diorama,” jelasnya.

Saking sayangnya dengan ratusan koleksinya itu, Lukman mengaku kerap memandangi ratusan koleksi yang dia pajang di dalam kotak kaca itu.

Bak museum, salah satu ruangan di rumahnya dipenuhi dengan berbagai koleksi mobil dan tranportasi yang ada di Indonesia. Bahkan, dia memastikan ratusan koleksinya tetap mengkilap dengan merawat melalui pembersihan dua kali seminggu memakai cairan pengelap khusus.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini