Share

Ancaman Resesi di Indonesia Disebut Kecil, Begini Kata Perbankan

Anggie Ariesta, MNC Portal · Kamis 26 Januari 2023 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 26 278 2753418 ancaman-resesi-di-indonesia-disebut-kecil-begini-kata-perbankan-84jH0sEKOQ.JPG Ilustrasi resesi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melihat tantangan terbesar di 2023 ini situasinya sungguh tidak menentu alias uncertainty.

Bahkan banyak yang meramalkan begitu 'gloomy' situasi perekonomian di global.

Direktur Utama BRI, Sunarso menyampaikan mengambil data dari Bloomberg, probabilitas peluang terjadinya resesi ekonomi global 2023 itu meningkat.

Namun peluang resesi di Indonesia disebut masih rendah hanya 3%.

 BACA JUGA:2 Faktor Penopang Ketahanan Ekonomi RI dari Ancaman Resesi

"Kita lihat bahwa yang penting itu adalah ada tiga kondisi yang memberikan tantangan terbesar di ekonomi global. Pertama adalah tekanan inflasi yang tinggi," ujar Sunarso dalam BRI Microfinance Outlook 2023, Kamis (26/1/2023).

Tekanan inflasi tersebut yang kemudian bank-bank sentral di seluruh dunia, juga di negara-negara yang mengalami inflasi yang tinggi ini meresponnya dengan menaikkan suku bunga acuan.

Kedua, tensi geopolitik global dan disrupsi rantai pasok, ini juga adalah challange tersendiri menurut Sunarso.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Ketiga, kebijakan pengetatan likuiditas yang merupakan bagian daripada respon terhadap tantangan tingginya inflasi tadi.

Sunarso menyebut hal inilah yang terakumulasi kemudian membentuk peluang terjadinya resesi di berbagai negara.

Adapun berdasarkan data dari Bloomberg, peluang terjadinya resesi di Indonesia hanya sekitar 3%, artinya rendah.

"Mudah-mudahan kita bisa mewujudkan resiliensi ini sehingga tidak terjadi resesi di Indonesia," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini