Share

Hati-Hati! Sinyal Melambat, Tantangan Ekonomi di 2023 Cukup Berat

Anggie Ariesta, MNC Portal · Kamis 26 Januari 2023 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 26 320 2753367 hati-hati-sinyal-melambat-tantangan-ekonomi-di-2023-cukup-berat-J6k7OonRp2.jfif Waspada Tantangan Ekonomi di 2023. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi mengungkapkan bahwa aktivitas perekonomian global menunjukkan sinyal perlambatan. Hal ini terlihat dari Global Trade Indicator yang menunjukkan kapal-kapal untuk komoditas utama dunia terus menurun.

"Kalau kita lihat PMI secara global di Eropa, China, Asia, Amerika, Jepang juga menunjukkan tren penurunan. Jadi memang tantangannya 2023 ini saya kira cukup berat," ujar - Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto, dalam Keynote Speech BRI Microfinance Outlook 2023, Kamis (26/1/2023).

Baca Juga: Indonesia-Singapura Siap Jadikan Asia Tenggara Pusat Ekonomi Dunia

Dari sisi komoditas unggulan seperti CPO dan nikel juga mengalami tekanan. Hal tersebut tentu mempengaruhi daerah-daerah penghasil komoditas sehingga pertumbuhan ekonominya tertahan.

Namun untuk upside risk, Septian juga Kemenko Marves melihat reopening China berdampak positif bagi perekonomian global dan juga terhadap Indonesia.

Baca Juga: 6 Fakta Mengerikan 16 Negara Pasien IMF hingga 63 Negara Alami Stres Utang

"Jadi kalau kita lihat ekspor kita ke China itu saya kira angkanya sudah cukup besar hampir USD60 miliar dan ini jauh dibandingkan nomer dua Amerika Serikat di angka US27-28 miliar," katanya.

Adapun tabungan Indonesia yang ada di China menumpuk hingga USD1,9 triliun. Sehingga adanya reopening China dan konsumsi dari sana untuk wisata di Bali dampaknya akan cukup signifikan.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Untuk strategi jangka panjang, Indonesia punya kekayaan mineral yang luar biasa dengan potensi pasar dan potensi renewable energy yang sangat besar. Dengan populasi 270 juta orang dengan middle class yang cukup tinggi dengan 68 juta orang, tentunya ini menjadi pasar yang sangat menarik untuk investasi masuk ke Indonesia.

"Namun strategi utama dari sisi industri kita akan melihat bagaimana kita bisa mengelola sumber daya mineral yang kita miliki, kita punya nikel terbesar di dunia, nikel nomer dua, timah, tembaga, bagaimana semua bisa kita olah dengan renewable energy," jelas Septian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini