Share

Soal Proyek MRT Balaraja-Cikarang, Kemenhub: Masih On Schedule

Heri Purnomo, MNC Portal · Kamis 26 Januari 2023 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 26 320 2753479 soal-proyek-mrt-balaraja-cikarang-kemenhub-masih-on-schedule-j3USjdACLN.JPG MRT. (Foto: MRT)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan bahwa tahap Basic Engineering Design (BED) MRT Fase 3 atau East-West Line rute Balaraja-Cikarang sepanjang 84,10 kilometer masih dalam tahap perencanaan.

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati mengatakan bahwa BED tersebut masih sesuai dengan schedule yang ditetapkan.

Dia juga mengatakan pihaknya masih terus berkoordinasi dengan semua stakeholder yang terlibat dalam proyek MRT Jakarta Fase 3.

 BACA JUGA:Proyek MRT Balaraja-Cikarang dan Fatmawati-Kp Rambutan Rp180 Triliun Dibangun 2024

"Intinya semua masih on schedule dan kita koordinasi terus, karena MRT kan ada di bawah pemerintahan Provinsi. Seminggu yang lalu bahkan kita meeting bersama pak Menko Perekonomian. Jadi so far masih on schedule," kata Adita.

Adapun ketika ditanya lebih lanjut kapan akan dikeluarkannya hasil dari BED tersebut, Adita belum mau menjawab lebih lanjut hasilnya kapan.

"Nantilah kita lihat perkembangannya ya," katanya.

Sebelumnya, MRT Jakarta menargetkan groundbreaking Fase 3 atau East-West Line dilaksanakan pada 2024 mendatang.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan saat ini proyek MRT Jakarta East-West Line Balaraja-Cikarang sepanjang 84,102 kilometer masih dalam tahap basic engineering design oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Kita mendesak dan menunggu Kemenhub untuk penetapan segera. Target kita groundbreaking itu dalam momen pendanaan sudah closing itu bisa dilakukan di 2024," jelasnya.

Tuhiyat mengatakan, perkiraan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek MRT Fase 3 sebesar Rp160 triliun.

Dia mengatakan bahwa investornya berasal dari Jepang yang ditandai oleh Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Indonesia, PJ Gubernur DKI Jakarta, dan Menteri Transportasi dari Jepang pada saat acara G20 lalu.

"Anggaran awal itu dinamis sangat tergantung kondisi ekonomi, dan itu ancer kita di Rp160 triliun," katanya.

Tuhiyat mengatakan bahwa akan ada sebanyak 49 stasiun di East-West Line dengan 49 transit oriented development (TOD).

Dia mengatakan pembangunan TOD juga akan dilakukan secara serentak dengan konstruksi stasiun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini