Share

7 Fakta Rekening Nasabah BCA Rp320 Juta Dibobol Gegara Thoha, Nomor 5 Bikin Gigit Jari

Zuhirna Wulan Dilla, Okezone · Sabtu 28 Januari 2023 07:24 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 27 320 2754147 7-fakta-rekening-nasabah-bca-rp320-juta-dibobol-gegara-thoha-nomor-5-bikin-gigit-jari-sMuFMA45x5.JPG BCA. (Foto: BCA)

JAKARTA - Nasabah Bank BCA bernama Muin Zachry terkejut saat mendapati uang direkeningnya hilang sebanyak Rp320 juta.

Awal kejadian ini, seorang yang bekerja sebagai tukang becak diduga menjadi tersangkanya.

Kuasa Hukum yang juga anak Muin Zachry, Dewi Mahdalia mengatakan kalau ini juga menjadi tanggung jawab BCA.

Menurutnya, bagaimana bisa pegawai Bank BCA tertipu seorang nasabah palsu yang berprofesi sebagai tukang becak.

 BACA JUGA:Bos BCA Ingatkan Nasabah Jaga Buku Tabungan hingga Nomor PIN: Itu Nyawa Kedua

Lantas apa yang sebenarnya terjadi?

Dirangkum Okezone, Sabtu (28/1/2023), berikut fakta tukang becak bobol uang nasabah Rp320 juta:

1. Kronologi Awal

Diketahui, tukang becak yang bernama Setu berhasil menggondol uang Rp320 juta dengan cara melakukan aksi penyamaran.

Aksi Setu ini dilakukan pada Jumat, 5 Agustus 2023 siang sekitar pukul 12.00 WIB silam.

Dia mencairkan tabungan milik korbannya, Muin Zachry. Bermodal peci, pakaian, dia memanipulasi tanda tangan pemilik rekening dan mengelabui teller BCA di Surabaya.

Dewi mengungkapkan, ada dua terdakwa dari perkara ini.

Mereka adalah Setu dan Tolchah. Dia menceritakan, Tolchah adalah salah satu penghuni rumah kost milik ayahnya di Jalan Semarang Surabaya.

2. Modus Tersangka Gasak Identitas Korban

Thoha belum sepekan tinggal di rumah kost tersebut. Thoha mengaku bekerja sebagai sopir. Saat hari kejadian, ayahnya sadar saat membuka dompet kartu ATM-nya tidak ada, termasuk KTP. Buku tabungan Bank BCA juga tidak ada.

Muin lantas berangat ke Bank BCA yang berada di dekat rumahnya. Pihak bank saat itu menginformasikan telah terjadi transaksi penarikan besar-besaran dari rekeningnya di kantor Bank BCA cabang Jalan Indrapura Surabaya.

 

Follow Berita Okezone di Google News

3. Pengakuan Teller

Dari kesaksian teller Bank BCA Surabaya, Maharani Istono Putri mengaku penyamaran Setu dengan pemilik rekening, Muin hampir serupa. Pun dengan nomor pin dan KTP yang ia bawa.

"Dia (Setu) membawa buku tabungan, tahu nomor PIN dan KTP asli korban," kata Putri.

Putri sendiri mengakui kelemahannya. Sebab, dia mencermati dan memperhatikan postur tubuh Setu secara detail dan menyamakan Muin dengan Setu. Menurutnya, hanya wajah Setu mirip dengan Muin. Saat itu, Putri menanyakan kedatangan Setu yang hanya sendirian ke bank.

Padahal dia hendak mengambil uang ratusan juta. Mendapat pertanyaan itu, Setu lantas menjawab bahwa anaknya menunggu di mobil.

"Saat kejadian berlangsung, bank tempat saya bekerja sedang sepi. Sebab, berbarengan dengan waktu salat Jumat," ungkap Putri.

Putri mengakui bahwa dirinyalah yang memproses penarikan tunai tabungan Muin. Namun, apa yang dilakukannya sudah sesuai prosedur.

Dia menyatakan, tandatangan Setu mirip dengan tanda tangan Muin. Sebab, dia memperhatikan dan melihat langsung dalam slip penarikan yang diserahkan Setu kepadanya.

Putri mengakui tak mengkroscek atau mengkonfirmasi via telepon ke Muin, selaku pemilik rekening yang diklaim Setu. Sebab, dia menganggap Setu pemilik rekeningnya.

"Saya menganggap pemiliknya sendiri yang mengambil. Ini berbeda dengan ketika yang mengambil orang lain (menggunakan pakai surat kuasa)," terangnya.

4. Bos BCA Buka Suara

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja mengingatkan nasabah lebih menjaga data perbankan agar tidak dimanfaatkan orang. Menurutnya, buku tabungan, kartu ATM beserta PIN adalah nyawa kedua.

“Namanya KTP kemudian ATM, buku tabungan dan nomor PIN ini nyawa kedua, anda simpan baik-baik,” kata Jahja.

Belajar dari kasus pembobolan rekening nasabah yang belum lama ini viral, BCA menilai hal ini terjadi karena nasabah tidak menjaga data perbankannya dengan baik.

“Enggak usah KTP dan buku tabungan, dengan memiliki ATM dan PIN saja Anda bisa Rp10 juta dan Anda bisa transfer sampai Rp50 juta tanpa ada KTP,” paparnya.

5. Bos BCA Tak Ganti Rugi

Jahja juga memastikan kalau tak akan ganti rugi atas kejadian itu.

Dia menyebut dalam kasus ini, nasabah terlihat seperti pemilik rekening karena membawa KTP, tahu nomor PIN dan berhasil memanipulasi tanda tangan pemilik rekening sehingga bisa mengelabui teller.

"Ini pure salah nasabah. Seperti tinggalin dompet di toilet ya salah yang tinggalin dompet kan," ujarnya.

Jahja pun menegaskan bahwa uang nasabah yang menjadi korban tidak bisa digantikan. Karena kembali lagi tidak ada keamanan dalam KTP dan pelaku mengetahui PIN.

"Uang nasabah tidak diganti karena tidak jaga keamanan," tuturnya.

6. BCA Lindungi Teller

Awalnya, pihak korban juga akan melayangkan somasi.

Hal itu jika tidak ada respons maka akan dilanjukan pelaporan secara perdata untuk BCA dan pidana untuk teller BCA.

"Pegawai Bank BCA yang sarjana, masak kalah sama tukang becak yang tidak sekolah," kata Dewi Mahdalia, anak dari Muin Zachry yang dalam kasus ini juga kuasa hukum Muin Zachry, Selasa, 24 Januari 2023.

7. Tersangka Sebenarnya

 

Terbaru, BCA mengungkapkan sosok tersangka yang membobol rekening korban ternyata bukan tukang becak.

“Tidak benar pelakunya tukang becak tapi Thoha penghuni yang tinggal sama nasabah kami tersebut,” kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F.Haryn, Kamis, 26 Januari 2023.

1
3
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini