Share

Menguak Sumber Pendapatan Keraton Yogyakarta, Ternyata dari Sini

Rina Anggraeni, Okezone · Jum'at 24 Maret 2023 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2023 03 24 320 2786407 menguak-sumber-pendapatan-keraton-yogyakarta-ternyata-dari-sini-AbDNd2T0RN.jpg Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA- Menguak sumber pendapatan Keraton Yogyakarta menarik untuk dikulik.Siapa yang membangun keraton Jogja? ini sejarahnya menarik dikulik. Adapun kerajaan di nusantara ini masih kokoh berdiri.

Tak hanya bangun fisiknya saja yang tetap bertahan, namun struktur pemerintahan di kerajaan ini juga masih ada dan berlaku hingga sekarang. Selain itu kerajaan ini selalu dijaga dan dipelihara. Ternyata dalam biaya ini juga berasal dari pendapatan dari Keraton Yogyakarta.

Lalu, sumber pendapatan Keraton Yogyakarta berasal dari dari upeti yang disetorkan rakyat atau negara bawahan. Namun sumber pendapatan Keraton ini kin dikelola oleh negara melalui Kementerian Keuangan.

Rupanya Keraton Yogyakarta masih memiliki cukup banyak harta kekayaan yang bersumber dari warisan, bisnis, dan sisa bantuan pemerintah kolonial Belanda. Kesultanan Yogyakarta tidak hanya memegang tampuk kekuasaan kultural sosial dan politik saja, namun juga ekonomi dan bisnis. Terdapat sekitar 10 jaring investasi bisnis besar, jumlah itu belum termasuk proyek-proyek di atas tanah kas desa yang lebih besar lagi.

Follow Berita Okezone di Google News

Sebagai informasi, Keraton Yogyakarta didirikan saat ajaran Hindu masih banyak dianut masyarakat tanah Mataram. Letak Keraton Yogyakarta berada di tengah dua kekuatan alam, yakni Gunung Merapi di Utara dan Pantai Selatan (Pantai Parangkusumo) sisi Selatan.

Dalam kepercayaan Hindu, dikenal adanya konsep Palemahan (hubungan harmonis antara umat manusia dengan alam lingkungan), Pawongan (hubungan harmonis antara sesama umat manusia) dan Parahyangan (hubungan harmonis antara manusia dengan Pencipta).

Pantai Selatan disimbolkan sebagai Palemahan, Keraton Yogyakarta di tengah-tengah sebagai Pawongan sedangkan Gunung Merapi sebagai Parahiyangan.

Dari konsep itu yang kemudian dipilihlah letak Keraton Yogyakarta seperti tempat dimana saat ini berdiri. Posisi Pantai Selatan, Keraton Yogyakarta dan Gunung Merapi merupakan satu garis lurus yang ditarik dari selatan hingga utara. Konon di sepanjang garis imaginer ini pantang mendirikan bangunan melebihi tinggi puncak atap keraton.

Selain itu arsitektur keraton dirancang oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I sekaligus pendiri Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Bangunan pokok dan desain dasar tata ruang dari keraton dan desain dasar lasnkap kota tua Yogyakarta diselesaikan antara tahun 1755-1756.

Kraton Yogyakarta terdiri dari tiga bagian yang terdiri dari komplek depan kraton, kompleks inti kraton dan kompleks belakang kraton. Komplek dean kraton terdiri dari Gladhjak-Pangurakan (Gerbang Utama), Alun-alun Ler, dan Masjid Gedhe . Kawasan komplek inti di Kraton Yogyakarta tersusun dari tujuh rangkaian plataran mulai dari Alun-Alun Utara hingga Alun-Alun Selatan, yaitu Pagelaran dan Sitihinggil Lor, Kamandungan Lor, Srimanganti, Kedhaton, Kemagangan, Kamandungan Kidul, dan Sitihinggil Kidul. Sedangkan kompleks belakang kraton terdiri dari alun-alun kidul dan plengkung nirbaya.

1
3
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini