Share

Dirut BRI Soenarso: Indonesia Jauh dari Resesi, Indeks Ekspektasi UMKM Positif

Rani Hardjanti, Okezone · Jum'at 12 Mei 2023 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2023 05 12 455 2812900 dirut-bank-bri-ekspektasi-indeks-bisnis-umkm-optimistis-hazq7lEuTE.jpg Dirut BRI: Ekspektasi Indeks Bisnis UMKM Optimistis (Foto: Dokumen BRI)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 memberikan dampak ke seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Imbas pandemi Covid-19 juga menekan bisnis usaha mikro, kecil dan menengah atau (UMKM). Daya masyarakat yang turun berimbas ke pebisnis mikro, kecil dan menengah.

Namun kondisi kini nampaknya sudah mulai berubah, seiring dengan tanda-tanda berakhirnya pandemi menjadi endemi. Direktur Utama PT Bank BRI Tbk (BBRI) Sunarso mengungkapkan, bahwa hingga tiga bulan mendatang ekspektasi indeks bisnis UMKM tumbuh positif. Ditegaskannya, bisnis UMKM tetap tumbuh positif dan optimistis di tengah kekhawatiran resesi ekonomi global.

Seperti dikutip dari data Indeks Bisnis UMKM Kuartal I-2023, Jumat (12/5/2022), bahwa ekspektasi indeks bisnis UMKM 3 bulan mendatang tercatat meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya, yakni 130,1 poin menjadi 131,9 poin. Bahkan di tengah ancaman resesi global, ekspektasi indeks bisnis UMKM tiga 3 mendatang menempati angka yang paling tinggi sejak kuartal IV-2021.

"Pelaku UMKM tumbuh positif, tetap optimistis, aktivitas usahanya akan terus meningkat. Indeksnya masih tumbuh, ini akan menjadi sumber pertumbuhan bagi Bank BRI,” ujar Sunarso saat ditemui Okezone, di Gedung BRILinK, Jakarta, Kamis (11/5/2023).

 Indeks Bisnis UMKM

Menurutnya, indikator optimistis tersebut ditopang oleh momen perayaan Idul Fitri, puncak panen raya tanaman bahan makanan dan cuaca yang mulai kondusif. “Ekspansi bisnis UMKM terus berlanjut,” imbuhnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Kecilnya Probabilitas Resesi

Jika indeks bisnis UMKM dinyatakan berstatus optimistis terimbas tekanan global akibat pandemi Covid-19, begitu juga dengan kondisi makro ekonomi di Indonesia. Sunarto mengatakan, probabilitas resesi di Indonesia masih sangat kecil. Kondisi ini jauh berbeda dengan apa yang dialami Amerika Serikat, selaku lokomotif ekonomi dunia.

Berdasarkan riset ekonomi dengan metode Markov Switching Dynamic Model (MSDM), hasilnya mengasumsikan ekonomi Negeri Paman Sam akan diterpa resesi pada tahun 2023 ini. Sementara, probabilitas Indonesia mengalami resesi tahun 2023 hanya 2 persen.

"Angka probabilitasnya sangat kecil, hanya 2 persen," tegas Sunarto.

 Data

Hal tersebut karena pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup kuat di atas ekspektasi pasar dan lebih tinggi dari tingkat potensialnya (tren) pada kuartal 1-2023. Hal ini dikuatkan oleh konsumsi rumah tangga dan ekspor.

"Ekonomi Indonesia ditopang sangat kuat oleh permintaan domestik. Selain itu, pasar finansial dan valuta asing Indonesia saat ini cenderung lebih tahan dari gejolak eksternal dibandingkan masa lalu," jelasnya.

Sekadar diketahui, dari 2 periode resesi historis yang terjadi sejak tahun 1994, metode MSDM mampu memperkirakan 2 resesi dengan probabilitas yang relatif cukup tinggi. Pertama, resesi krisis keuangan Asia tahun 1998, Kedua, Pandemi Covid-19.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini