JAKARTA – Di tengah keterbatasan, semangat untuk mandiri justru tumbuh semakin kuat. Itulah yang kini dirasakan oleh para orang tua dari anak disabilitas yang tergabung dalam Rumah Inklusif Kebumen.
Melalui dukungan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), mereka kini memiliki kemampuan baru untuk mengembangkan skill membatik yang dapat menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.
PNM tak hanya hadir dengan bantuan seperangkat alat membatik, tetapi juga melalui program pendampingan dan pemberdayaan yang menanamkan kepercayaan diri dan keterampilan kewirausahaan. Inisiatif ini sejalan dengan program Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekonomi inklusif.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengajak seluruh masyarakat untuk memnerima difabel dengan sangat terbuka. Dia juga berkomitmen untuk memperbanyak rumah pemberdayaan disabilitas agar pemahaman mengenai kesetaraan dapat tersebar semakin luas.
"Rumah inklusif dapat menjadi contoh merangkak dari bawah, tumbuh keyakinan, kemandirian, ketekunan pengorbanan untuk mewujudkan harapan keluarga difabel," katanya.
Rumah Inklusif Kebumen menjadi ruang belajar sekaligus tempat berdaya bagi para keluarga dengan anak disabilitas. Kegiatan membatik bukan sekadar keterampilan, tetapi juga terapi emosional dan sarana untuk menunjukkan bahwa keberdayaan bisa tumbuh dari kepedulian.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi menegaskan bahwa pemberdayaan kelompok rentan seperti ini merupakan bagian penting dari komitmen PNM untuk membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan.