Tidak hanya memperhatikan bagaimana cara pria memilih tas, Apritzal juga juga melakukan riset dengan seksama terhadap pengalaman pemakai, seperti tali tas yang membuat pundak terasa sakit, bagian tas mana yang paling cepat sobek, hingga detail kecil yang sering luput dari perhatian.
Setiap masukan dan keluhan pengguna dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki desain berikutnya. Kini, setiap produk dikembangkan bersama Tim R&D kecilnya di Bandung, menggunakan bahan lokal seperti taslan water repellent dan material ringan lainnya.
Jatuh bangunnya perjalanan Foldyester tidak pernah dilalui sendirian. Sejak awal, Shopee menjadi teman mereka untuk bertumbuh dan menjadi platform penjualan utama Foldyester. Rumah yang membuka pintu dengan jangkauan akses yang lebih luas dan mendorong perkembangan bisnis lebih cepat.
Dengan dukungan kampanye tematik, Shopee Ads, serta fitur interaktif seperti Shopee Affiliate Program, Shopee Live, dan Shopee Video, pendapatan Foldyester dalam dua tahun terakhir melesat rata-rata hingga 3x lipat setiap tahunnya. Bahkan koleksi hanging pouch pernah terjual lebih dari 300 pcs per minggu di Shopee, dan masih menjadi produk best-seller.
“Shopee itu simpel, user interface-nya enak, mudah digunakan, dan dari dulu sudah jadi pemenang di antara yang lain. Keamanannya terjamin, dan dukungannya untuk UMKM itu nyata, bukan sekadar slogan," kata Apritzal.
"Jadi kenapa tidak terus melangkah di Shopee? Di sinilah kami memaksimalkan inovasi produk, cara jualan yang lebih seru dan interaktif lewat inisiatifnya yang tiada habis. Tinggal bagaimana kami mengatur tampilan toko dan menggiring konsumen supaya aware dan akhirnya percaya dengan brand kami," ucapnya.