Di sisi lain, pembatasan ekspor maksimal 25% serta tekanan terhadap produksi membuat perusahaan tambang diperkirakan akan berupaya memaksimalkan pendapatan dari pasar ekspor. Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu prioritas pemenuhan kebutuhan domestik apabila tidak diatur secara ketat.
"Dengan kondisi apalagi produksi dipotong, mereka akan memaksimalkan revenue tentu saja ya untuk ekspor. Tapi dengan domestik ini yang kita khawatirkan kendalanya adalah kelancaran pasokan kelistrikan, dan itu APLSI juga sudah menyampaikan concern itu secara terbuka," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.