Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Musim Kemarau Panjang, Petani RI Andalkan Teknologi Canggih Jaga Produktivitas

Tangguh Yudha , Jurnalis-Sabtu, 28 Maret 2026 |19:05 WIB
Musim Kemarau Panjang, Petani RI Andalkan Teknologi Canggih Jaga Produktivitas
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi musim kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan kering. (foto: Okezone.com/PU)
A
A
A
Hasil pengujian selama enam musim tanam menunjukkan metode AWD mampu menekan kelangkaan air di lahan sawah, dengan efisiensi penggunaan air irigasi mencapai 17–20 persen. Selain menghemat air, metode ini juga memberikan manfaat lingkungan, termasuk perbaikan struktur tanah dan penurunan emisi gas rumah kaca dari lahan pertanian.

Analis BRMP Lingkungan Pertanian, Ali Pramono, menjelaskan penerapan AWD dilakukan dengan memantau kelembapan tanah menggunakan alat sederhana berupa pipa paralon berlubang yang dibenamkan di sawah. Petani memberikan air kembali saat muka air turun 10–15 sentimeter di bawah permukaan tanah, lalu mengairi secara terbatas hingga ketinggian 3–5 sentimeter. Siklus ini diulang sesuai kondisi lahan dan cuaca, terutama pada fase kritis tanaman seperti pemupukan, penyiangan, hingga masa bunting dan berbunga.

“AWD tidak sekadar menjadi teknik pengairan, tetapi juga bagian dari strategi mitigasi yang memperkuat ketahanan sistem produksi padi,” tutup Ali.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement