Memilih Hunian di Jabodetabek

Jum'at 20 Juli 2012 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 20 471 665957 2cQP16b6Pq.jpg Kantor Pemasaran BSD City (Foto: Nur Januarita Benu/Okezone)

JAKARTA- Memilih rumah tinggal tak sekadar memilih bangunan fisik. Juga tak sekadar menyesuaikan dengan bujet yang dimiliki. Yang perlu diperhatikan, bagaimana suasana lingkungan, fasilitas, dan akses transportasi.

Faktor jarak sering menjadi pertimbangan saat hendak menentukan lokasi hunian yang akan dibeli. Namun, jarak kini tak bisa menjadi satu-satunya kriteria.

Di Jakarta, waktu tempuh berbanding lurus dengan akses dan infrastruktur jalan, bukan dengan jarak. Jarak juga berkaitan dengan sarana transportasi. Lokasi hunian di Depok yang berjarak 40 km dari Jakarta atau di Serpong yang berjarak sekitar 25 km dari Jakarta, pasti berbeda jika ditempuh dengan sarana kereta api, dibandingkan dengan mobil.

Karena itu, memilih lokasi hunian sebaiknya juga mempertimbangkan moda transportasi yang akan digunakan sehari-hari. Kalangan pengembang pun masih optimistis merilis hunian di kawasan Depok dan Serpong. Depok memiliki keunggulan akses transportasi kereta api (KA), sedangkan Serpong bisa diakses melalui dua ruas tol.

PT Adhi Persada Properti,anak usaha PT Adhi Karya Tbk misalnya,mengembangkan apartemen Taman Melati Margonda di Depok. Direktur PT Adhi Persada Properti Giri Sudaryono mengatakan, pembangunan apartemen ini telah dilakukan sejak 11 Maret 2011. Apartemen tersebut berdiri di atas lahan seluas 4.910 meter persegi yang merangkum 732 unit apartemen,3.362 meter persegi ruang perkantoran setinggi 10 lantai,20 rukan, dan 27 kios.

"Hingga saat ini,penjualan empat produk properti tersebut sudah 75 persen, " ungkap Giri. Apartemen ini berada di dekat Universitas Indonesia dan beberapa perguruan tinggi serta didukung aksesibilitas seperti ruas tol Cinere-Jagorawi seksi I.

"Dengan berada di lokasi baik, diharapkan proyek ini dapat menggerakkan ekonomi Depok," tuturnya. PT Adhi Persada Properti yang tadinya bernama PT Adhi Realty telah membangun beberapa gedung perkantoran, apartemen,serta kompleks perumahan di beberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya.

"Seperti kita ketahui, lokasi strategis Jalan Margonda, Depok, merupakan jalur utama ke Jakarta. Dari segi ekonomi dan sosial, itulah salah satu alasan kami laksanakan investasi apartemen di Depok. Dekat dengan pusat pendidikan terkemuka, yakni UI," kata dia.

Namun, bagi Anda yang ingin tinggal di landed house dengan lingkungan yang tertata rapi, BSD City menjadi salah satu alternatifnya. Sayangnya, harga rumah di kawasan ini sudah di atas Rp1 miliar.

"Jualan di bawah Rp1 miliar sudah susah.Harga tanahnya saja Rp5 juta per meter persegi," kata Managing Director Corporate Strategy & Services Sinarmas Land Ishak Chandra. Terakhir memperkenalkan dua kluster baru, Foglio dan Placido di kawasan Foresta.Kedua kluster ini dibanderol paling murah Rp1,5 miliar. Kluster Foglio hanya menawarkan satu tipe, LB/LT 140/144m2 dengan total 72 unit rumah.

Letaknya yang bersebelahan dengan Senkom Studento membuat para penghuni kluster Foglio dapat dengan mudah mencari barang-barang kebutuhan sehari-hari. Sementara, kluster Placido menawarkan tipe rumah eksklusif, 190/128-144m2 dengan total 34 unit rumah. Bagi Ishak, kluster ini sangat cocok untuk mereka yang memiliki segudang aktivitas.

Sinar Mas Land memiliki izin konsesi lahan hingga 6.000 hektare di kawasan BSD, dengan kepemilikan lahan oleh BSD City mencapai 1.600 hektare. Dengan area seluas ini, perseroan terus membangun kluster-kluster baru. Wilayah yang banyak dilalui akses tol menjadikan Serpong sebagai incaran masyarakat.

(Anton C/Koran SI)

(NJB)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini