JAKARTA - 51 Kementerian/lembaga (K/L) telah mengasuransikan barang milik negara (BMN). Direktur Barang Milik Negara Kementerian Keuangan Encep Sudarwan menyebutkan targetnya, seluruh K/L mengasuransikan BMN tahun ini.
“Targetnya tahun ini semua. Sekarang sudah 51 K/L dari total 84 K/L berarti kurang 33 K/L. Ini kita kejar sampai akhir tahun,” katanya dilansir dari Antara, Jumat (10/9/2021).
Baca Juga: Status Pasar Babakan Tangerang Jadi Barang Milik Negara
Secara rinci 51 K/L ini meliputi Kementerian Keuangan, DPR RI, BMKG, BPKP, LPP TVRI, Kementerian Perhubungan, BPOM, Kementerian ESDM, KPK, ANRI, Kementerian BUMN, LKPP, Kementerian Parekraf, Kementerian Dalam Negeri, KPU, BIG, DPD RI, dan Kementerian Pertahanan.
Kemudian PPATK, Kementerian Perindustrian, BNPT, BP Bagam, BIN, Kementerian PPN/Bappenas, Kejaksaan Agung, Bakamla, Perpustakaan Nasional, BNN, BP Sabang, Kementerian Kominfo, Kementerian ATR/BPN, MPR RI, BPK RI, Kementerian Koperasi UKM, Basarnas, Komisi Yudisial dan LAN.
Baca Juga: Sri Mulyani Incar Pajak dari Pengelolaan Aset Negara Rp4,13 Triliun
Berikutnya BATAN, Kementerian Perdagangan, BPS, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian PANRB, Kementerian Ketenagakerjaan, Kemenko PMK, LIPI, BNPP, BP2MI, Kemenkopolhukam, Kemendikbud, Ombudsman RI, dan Bapeten.
Encep menjelaskan pertanggungan terhadap BMN oleh K/L tersebut meliputi 4.334 objek revaluasi (NUP) dengan nilai pertanggungan Rp32,4 triliun dan nilai premi Rp49,2 miliar.
Selanjutnya, langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah setelah K/L mengasuransikan BMN ini adalah perluasan objek asuransi BMN mengingat terkadang satu K/L belum mengasuransikan seluruh BMN karena adanya keterbatasan anggaran.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)