JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana akan membangun 13 kawasan industri untuk menyerap tenaga kerja lebih besar lagi. Rencana tersebut akan dilakukan selama 5-7 tahun ke depan, namun nampaknya rencana tersebut akan terhambat karena kurangnya biaya.
"Memang di 2015 ini kita menitikberatkan untuk bangun kawasan industri, sehingga perlu ada anggaran tambahan nanti di APBN-P," ujar Menteri Perindustrian Saleh Husin saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (7/1/2015)
Saat ditanya lebih jauh soal anggaran tambahan yang dibutuhkan. Namun, dirinya tidak mau menjelaskan lebih detail.
"Anggarannya tidak terlalu besar, kita hanya ingin memfasilitasi. Anggaran tambahan itu untuk semua termasuk untuk industri manufaktur. Anggarannya sudah disetujui Kementerian Keuangan," katanya.
Perlu diketahui pembangunan kawasan industri yakni di Bintuni, Papua Barat. Bitung, Sulawesi Utara; Palu, Sulawesi Tengah; dan Morowali, Sulawesi Tengah.
Selain itu, ada kawasan industri Konawe, Sulawesi Tenggara; Buli, Maluku Utara; Bantaeng, Sulawesi Selatan; Batulicin, Kalimantan Selatan; serta Ketapang, Kalimantan Barat. Kawasan industri Landak, Kalimantan Barat; Kuala Tanjung, Sumatera Utara; Sei Mangkei, Sumatera Utara; dan Tanggamus, Lampung.
Sedangkan untuk kawasan industri di Jawa adalah kawasan industri Gresik di Jawa Timur, dan kawasan industri Cayung, Demak, Jawa Tengah.
(Fakhri Rezy)