Isu Reshuffle Perkeruh Situasi IHSG dan Rupiah

Prabawati Sriningrum , Jurnalis
Rabu 12 Agustus 2015 10:57 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

JAKARTA - Munculnya isu reshuffle kabinet Joko Widodo, di tengah anjloknya Indeks Harga Saham dan Gabungan (IHSG) dan Rupiah dinilai akan mempengaruhi keputusan para investor ke pasar modal. Alhasil, beban IHSG dan Rupiah kian bertambah.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Samsul Hidayat mengatakan, isu perombakan kabinet pemerintahan menimbulkan ketidakpastian di pasar. Terlebih, hal tersebut tentu akan memunculkan ekspektasi dari para investor asing dalam mengambil keputusan dalam berinvestasi.

“Ini timbulkan suatu ketidakpastian di investor, siapa yang akan diganti, kebijakan baru apa, policy lama atau apa. Ini membuat ekspektasi dari sisi investor baik direct maupun portofolio," ujar Samsul di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (12/8/2015).

Sementara itu, sejauh ini para investor masih mencoba mencari aman dengan mengamati kondisi pasar terlebih dahulu karena kondisi perekonomian global maupun dalam negeri tengah dalam kondisi tak mumpuni.

"Bobot terbesar sentimen dari global, secara fundamental perusahaan emiten kita tidak begitu ada masalah," jelas dia.

Oleh karena itu, pihaknya berharap terdapat sebuah kepastian terhadap isu tersebut. Agar para investor segera menanamkan sahamnya di dalam negeri.

"Kalau memang ada rencana perubahan kita ada ingin cepat dilakukan. Kalau memang tidak isu itu diharapkan tidak dikeluarkan lagi," tandasnya.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya