Mulailah sedini mungkin. Semakin cepat kamu berinvestasi, semakin banyak hasil yang akan kamu petik nantinya. Tidak ada istilah terlambat berinvestasi karena sudah terlalu tua.
3. Pasang target
Kamu harus merancang target kapan dan berapa nilai investasi yang kamu butuhkan untuk mencapai tujuan investasimu. Contohnya, membeli kendaraan baru tahun depan atau mempunyai rumah kedua lima tahun yang akan datang.
4. Tentukan profilmu sebagai investor
Ketahui terlebih dulu, tipe investor seperti apakah kamu ini. Ini penting agar kamu bisa memilih instrumen investasi apa yang tepat untukmu. Misalnya seorang yang berani mengambil risiko cocok untuk investasi saham yang memiliki risiko tinggi atau seorang yang konservatif lebih cocok untuk investasi yang tergolong aman seperti deposito atau reksa dana.