Pemerintah Akan Bentuk Pusat Logistik E-Commerce

Ulfa Arieza, Jurnalis
Rabu 04 April 2018 21:40 WIB
Ilustrasi Belanja Online. (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Pemerintah berencana untuk mendirikan Pusat Logistik Berikat (PLB) e-commerce untuk menampung barang e-commerce yang didatangkan dari luar negeri. Sebab selama ini, sentra logistik barang e-commerce Indonesia berada di luar negeri, sementara konsumennya lebih banyak di Indonesia.

Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi mengatakan, upaya ini merupakan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah bagi e-comerce lokal yang masih relatif kecil.

"Caranya, kalau mereka harus ekspor sendiri dan volumenya kecil-kecil, itu sulit. Kami fasilitasi dalam bentuk memberi ruang dalam PLB e-commerce kepada industri domestik yang bergerak di bidang e-commerce," ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Ke depannya, PLB khusus e-commerce atau e-commerce distribution center ini akan memperbolehkan barang dari luar negeri yang diperdagangkan di e-commerce ini, masuk di gudang besar. Selanjutnya, didistribusikan sesuai pembelinya di domestik.

"Tentu ada kekhawatiran, apakah ini mempersulit industri lokal karena ini jadi semakin mudah masuk ke Indonesia. Hal itu sudah jadi pertimbangan dalam rangka mengambil kebijakan PLB e-commerce," kata dia.

Untuk meminimalkan kekhawatiran maka akan diantisipasi dengan pembentukan regulasi, di mana barang dari PLB e-commerce yang akan dimasukkan ke lokal, tidak bisa menikmati de minimus.

"Itu adalah threshold di mana dia bisa memanfaatkan pembebasan, yang itu adalah masih USD100. Sehingga, akan ada perbedaan antara barang e-commerce yang masuk langsung dari China, misalkan, aturan yang sekarang mereka boleh menikmati de minimus dengan thershold USD100," kata dia.

"Harapannya, pelaku industri e-commerce masih bisa menikmati kelancaran pemasukan dan pengeluaran," tambahnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya